Wallpaper: Sahabat Sejati

“Kamu adalah sahabat-Ku,
jikalau kamu berbuat
apa yang Kuperintahkan kepadamu,”
Yesus bersabda.

Aku memandang-Nya ragu.

“Tetapi …”
beribu alasan memenuhi pikiranku.

…perintah-Mu banyak yang sukar
…perintah-Mu kadang tak masuk akal
…perintah-Mu bisa membuatku kehilangan muka
…perintah-Mu bisa membuatku tidak diterima
…perintah-Mu bisa membuatku menderita

sungguhkah Engkau mengasihiku
sungguhkah Engkau menganggapku sahabat-Mu
dengan menyuruhku menaati semua itu?

“Tuhan, seberapa besar kasih-Mu padaku?”
tanyaku lirih.

Jawaban-Nya membuatku tertegun
Yesus merentangkan tangan-Nya
dan menyerahkan nyawa-Nya di atas salib
menanggung hukuman atas dosa-dosaku
adakah kasih yang lebih besar dari itu?

Dan setiap kali ku memandang salib-Nya,
aku tahu pasti sabda Yesus bukan basa-basi.
Meski kadang perintah-Nya tak kupahami,
aku tahu Dia berikan itu untuk kebaikanku,
karena … Dia sungguh mengasihiku.

Bagikan Konten ini
3 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Haleluya, terpujilah namamu bapa disurga, yang telah memberikan kami nafas kehidupan dan hari baru bagi kehidupan keluarga kami sampai dengan saat ini, Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *