Mencerminkan Kemuliaan Allah

Info

Rabu, 19 Agustus 2015

Mencerminkan Kemuliaan Allah

Baca: Keluaran 31:1-11

31:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

31:2 “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

31:5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.

31:6 Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:

31:7 Kemah Pertemuan, tabut untuk hukum, tutup pendamaian yang terletak di atasnya, dan segala perabotan kemah itu,

31:8 yakni meja dengan perkakasnya, kandil dari emas murni dengan segala perkakasnya, mezbah pembakaran ukupan,

31:9 mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya,

31:10 pakaian jabatan, baik pakaian kudus kepunyaan imam Harun, maupun pakaian anak-anaknya, untuk memegang jabatan imam,

31:11 minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian untuk tempat kudus; tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu haruslah mereka membuat semuanya.”

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. —Mazmur 19:2

Mencerminkan Kemuliaan Allah

Li Tang, seniman asal Tiongkok dari abad ke-12, sering melukis pemandangan alam yang diramaikan dengan gambar orang, burung, dan kerbau. Karena keahliannya dalam membuat lukisan halus di atas bahan sutra, Li Tang dipandang sebagai pakar seni Tiongkok untuk lukisan pemandangan alam. Selama berabad-abad, para seniman dari mancanegara telah melukiskan apa yang mereka saksikan melalui galeri seni dari karya ciptaan Allah: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm. 19:2). Alkitab memberi tahu kita bahwa kreativitas yang kita miliki sebagai manusia itu disebabkan karena kita diciptakan menurut gambar Allah, Sang Perancang Agung (Kej. 1:27).

Allah memilih para seniman yang bekerja dengan bahan kayu, emas, perak, tembaga, dan batu permata untuk menciptakan segala perabotan, perkakas, mezbah, dan pakaian yang akan digunakan oleh bangsa Israel kuno dalam ibadah kepada-Nya di dalam Kemah Pertemuan (Kel. 31:1-11). Karya seni yang melukiskan realitas rohani itu berperan sebagai petunjuk dan pedoman bagi para imam dan umat dalam ibadah mereka kepada Tuhan yang telah memanggil mereka menjadi umat pilihan-Nya.

Melalui berbagai rupa karya seni, kita mencerminkan keindahan alam ciptaan Allah dan memuliakan Dia, Sang Pencipta dan Penebus dunia yang menakjubkan ini. —Dennis Fisher

Ya Tuhan yang berkuasa atas seluruh semesta, Engkaulah Pencipta dan Pemberi segala kreativitas yang ada pada diri kami. Kiranya kami memuliakan Engkau melalui kemampuan dan karya kami.

Kita diciptakan untuk memberikan kemuliaan bagi Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 103–104; 1 Korintus 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!