Inilah yang Kita Lakukan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Inilah yang Kita Lakukan

Baca: Mazmur 112

112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

112:3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

112:4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.

112:5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.

112:6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

112:7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.

112:8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.

112:9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

112:10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. —Amsal 14:26

Inilah yang Kita Lakukan

Ayah saya pernah terluka parah ketika kakinya tertembak dalam suatu pertempuran di Perang Dunia II. Saat itu, sebagai seorang letnan dua, ia sedang memimpin pasukannya bertempur di Hill 609, Afrika Utara. Kondisi fisik ayah saya tidak pernah pulih kembali seperti semula. Saya lahir beberapa tahun setelah itu, dan ketika masih kecil, saya tak pernah menyadari bahwa ayah pernah terluka. Saya mengetahuinya belakangan ketika seseorang menceritakannya. Walaupun terus-menerus merasakan sakit di kakinya, ayah saya tidak pernah mengeluhkannya, dan ia tak pernah menggunakan rasa sakit tersebut sebagai alasan untuk tidak bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarga kami.

Orangtua saya mengasihi Yesus dan mengajar kami untuk mengasihi, mempercayai, dan melayani-Nya. Di saat yang baik maupun yang buruk, mereka tetap mempercayai Allah, bekerja keras, dan mengasihi kami tanpa pamrih. Amsal 14:26 berkata, “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” Itulah yang dilakukan ayah saya bagi keluarga kami. Sesulit apa pun masalah yang dihadapinya, beliau selalu menyediakan tempat yang aman secara rohani, emosi, dan jasmani bagi kami.

Sebagai orangtua, kita dapat memberikan tempat perlindungan dan rasa aman bagi keluarga kita dengan pertolongan Bapa Surgawi kita yang sempurna dan yang selamanya mengasihi anak-anak-Nya dengan mendalam. —Dave Branon

Bagaimana cara Allah menyatakan diri-Nya sebagai Bapa bagimu? Bagaimana kamu dapat memuliakan-Nya dalam kehidupan keluargamu?

Kasih Bapa tiada batasnya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 110–112; 1 Korintus 5

Bagikan Konten Ini
12 replies
  1. Nana
    Nana says:

    Terima kasih, firman hr ini benar2 menjadi berkat yg luar biasa buat saya.. kembali mengingatkan saya bahwa ketika kita takut akan Tuhan segalanya akan mampu kita lewati di dalam pertolongan-Nya. hr ini sy belajar untuk memberikan yg terbaik dr saya walaupun dalam kondisi yang sulit, krn saya tahu Tuhan bersama2 saya.. Gb

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Kasih Allah bapa kami Yesus Kritus Tuhan kita,sungguh luar biasa yang kami rasakan dalam keluarga kami. disaat kami menghadapi kesusahan dalam kesulitan keuangan untuk menyelesaikan kebutuhan hidup dan membiayai anak kami untuk membayar uang kuliahnya serta Perusahaan kami yang sedang dalam kesulitan untuk melaksanakan pekerjaan, Senang tiasa Tuhan Yesus memberikan jalan kelur untuk menyelesaikan segalaa perkara yang kami hadapi didalam hidup ini, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  3. rianatal
    rianatal says:

    Terimakasih buat apa yang saya alami sampai saat ini,Engkau selalu memberi yang terbaik dalam hidupku dan juga keluargaku tak membuat kami kekurangan tetapi slalu slalu mencukupkan apa yang kami butuh

  4. Hesty Natalia Sihombing
    Hesty Natalia Sihombing says:

    Allah adalah bapa yg setiap hari, bahkan setiap detik memelihara. memberikan ketenangan dan pertolongan setiap waktu.

  5. Athena
    Athena says:

    sebelum membaca renungan ini, aku selalu dalam hati menyalahkan orang tuaku. karna aku merasa mereka tidak membesarkan aku dgn baik. dgn pengetahuan yg terbatas mereka membesarkanku, dgn pendapat yg salah mereka membesarkanku. sehingga aku menyalahkan mereka atas keabnormalan tubuhku. saat semua org mengejekku, aku selalu mencari siapa yg dpt disalahkan atas semua ini. dan dlm hati aku selalu menyalahkan org tuaku. firman ini menyadarkanku bahwa yg memperkenalkan aku pada Tuhan Yesus adalah orang tuaku. aku, selalu melihat kesalahan mereka, tp aku tak pernah bersyukur karena merekalah aku mengenal Tuhan Yesus. aku ingin berhenti menyalahkan mereka tp aku tak tau caranya.

  6. Ana
    Ana says:

    Ketakutan akan Tuhan sama dengan integritas kepada TUHAN, apa masih tanpa takut berbohong?apa masih tanpa takut untuk mencuri waktu? apa masih marah tanpa pengendalian diri? apa masih menyakiti orang terdekat kita dengan amarah? apa masih mendendam dengan orang yang sudah menyakiti diri sendiri tanpa pengampunan? jika masih berarti belum takut akan TUHAN dan belum mendapatkan ketentraman yang besar Ams 14:26… pray for my heart…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *