Gambaran Yesus

Info

Rabu, 12 Agustus 2015

Gambaran Yesus

Baca: Yesaya 53:4-12

53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. —Yesaya 53:6

Gambaran Yesus

Dalam buku Portraits of Famous American Women (Lukisan Para Wanita Amerika Tersohor), Robert Henkes menulis, “Lukisan bukanlah foto, juga bukan bayangan cermin.” Sebuah lukisan menembus penampilan luar untuk menyelami kedalaman emosional dari jiwa manusia. Dalam suatu lukisan, seorang seniman sejati mencoba untuk “mengungkapkan jati diri sebenarnya dari orang tersebut.”

Dari abad ke abad, telah banyak lukisan Yesus yang dihasilkan. Mungkin kamu pernah melihatnya di gereja atau museum atau bahkan memilikinya di rumah. Namun, tentu saja tidak satu pun di antaranya merupakan lukisan Yesus yang sebenarnya, karena kita tidak memiliki foto atau bayangan dari tampilan fisik Tuhan kita. Namun demikian, kita memiliki penggambaran yang luar biasa mengenai diri-Nya melalui kata-kata di Yesaya 53. Penggambaran yang diilhamkan Allah itu mengungkapkan dengan rinci jati diri-Nya: “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaran kita yang dipikulnya . . . . Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; . . . dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (ay.4-5).

Bagian Alkitab tersebut menolong kita untuk melihat pancaran kasih dan kesedihan, serta kepedihan dan kesengsaraan pada wajah Yesus. Namun bibir-Nya tidak mengucapkan tuduhan atau kecaman. Dia sendiri tak memiliki dosa yang perlu dihapus-Nya; dosa kita sajalah yang ditanggung-Nya. Dan jauh di dalam hati-Nya, Dia tahu bahwa “sesudah menderita sengsara, ia akan bahagia dan puas” (Yes. 53:11 BIS).

Gambaran yang luar biasa dari Juruselamat kita! —David McCasland

Alangkah luar biasanya kasih-Mu bagi kami, Yesus! Saat aku merenungkan betapa ajaibnya diri-Mu, aku tertunduk dalam keheningan di hadapan-Mu.

Kasih terbukti ketika Allah menjadi manusia.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 84–86; Roma 12

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!