Cinta yang Salah Tempat

Info

Renungan-Khusus-Persahabatan-dan-Cinta-Hari03

Baca: Mazmur 115

115:1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

115:2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: “Di mana Allah mereka?”

115:3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!

115:4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,

115:5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,

115:6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,

115:7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.

115:8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

115:9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

115:10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

115:11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! –Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

115:12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun,

115:13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar.

115:14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu.

115:15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

115:16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.

115:17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,

115:18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

 

Menurut Martin Lindstrom, seorang penulis dan pembicara, ponsel sudah menjadi seperti sahabat dekat bagi kebanyakan orang. Pernyataan Lindstrom ini didukung oleh hasil penelitiannya menggunakan MRI (teknik pengambilan gambar organ dalam tubuh dengan daya magnet yang kuat). Ketika subjek penelitian melihat atau mendengar ponselnya berdering, otak mereka mengaktifkan sel-sel saraf di area yang berkaitan dengan rasa cinta dan belas kasih. “Mereka seolah-olah sedang berada bersama pacar atau anggota keluarga mereka,” jelas Lindstrom.

Ada begitu banyak hal yang berusaha merebut rasa sayang, waktu, dan perhatian kita. Kita selalu perlu mengevaluasi apa yang menjadi fokus hidup kita. Yosua mengingatkan bangsa Israel agar mengarahkan hati dan ibadah mereka hanya kepada Tuhan (Yos.24:14). Menyembah Tuhan sangat berbeda dengan menyembah berhala sebagaimana yang dilakukan bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Semua berhala mereka terbuat dari logam dan merupakan buatan tangan manusia semata (Mzm.115:4); sama sekali tidak punya kuasa seperti Tuhan. Sebab itu, umat Allah dinasihati untuk mencari keselamatan hanya di dalam Allah dan bukan dalam berhala mana pun (Hak.10:13-16).

Yesus menegaskannya kembali dalam hukum yang terutama: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat.22:37). Hanya Tuhanlah penolong dan perisai kita (Mzm.115:9). Kiranya kita semua beribadah hanya kepada-Nya.—MLW
 

Allah sangatlah layak kita cintai
 

Untuk direnungkan lebih lanjut
Dilihat dari tindakan-tindakan kita dalam beberapa bulan terakhir ini, apa/siapa yang paling banyak mendapat kasih dan perhatian kita? Adakah tanda-tanda bahwa kita telah menempatkan seseorang atau sesuatu di atas Allah?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 08 - Agustus 2015: Sahabat Sejati, Persahabatan dan Cinta, Renungan Khusus

5 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!