Adonan di dalam Mangkok

Info

Minggu, 9 Agustus 2015

Adonan di dalam Mangkok

Baca: Rut 2:1-12

2:1 Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.

2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”

2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

2:4 Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”

2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”

2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.

2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”

2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.

2:9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”

2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?”

2:11 Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.

2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”

Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai . . . di belakang penyabit-penyabit. —Rut 2:7

Adonan di dalam Mangkok

Saya dan putri saya menganggap kue brownies sebagai salah satu dari kenikmatan dunia. Suatu hari, ketika kami sedang mengaduk bahan-bahan untuk membuat kue cokelat favorit kami itu, putri saya bertanya apakah saya dapat menyisakan sedikit adonannya di dalam mangkok setelah saya menuang sebagian besar adonan itu ke dalam loyang. Ia ingin menikmati sisa adonan itu. Dengan tersenyum, saya menyanggupinya. Kemudian, saya memberitahunya, “Kau tahu, itu disebut membersihkan sisa, dan itu sudah dilakukan lama sebelum brownies ada.”

Sembari menikmati sisa-sisa adonan dari kue buatan kami, saya menjelaskan bahwa Rut pernah mengumpulkan sisa-sisa jelai guna menghidupi dirinya dan mertuanya, Naomi (Rut 2:2-3). Karena suami-suami mereka telah meninggal, mereka kembali ke tanah kelahiran Naomi. Di sana Rut bertemu dengan seorang tuan tanah kaya bernama Boas. Rut meminta kepada Boas, “Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai . . . di belakang penyabit-penyabit” (ay.7). Dengan rela, Boas memberikan izin dan memerintahkan pekerjanya untuk dengan sengaja meninggalkan jelai bagi Rut (ay.16).

Seperti Boas, yang memelihara Rut dari kelimpahan hasil ladangnya, demikian pula Allah memelihara kita dari persediaan-Nya yang melimpah. Sumber daya-Nya sungguh tak terbatas, dan Dia mencurahkan berkat-berkat demi kebaikan kita. Dengan rela, Dia menganugerahkan kita kekuatan jasmani dan rohani. Setiap pemberian yang baik dan yang kita terima berasal dari Allah. —Jennifer Benson Schuldt

Ya Allah, terima kasih atas berkat-berkat yang kunikmati! Engkau memelihara anak-anak-Mu dari persediaan-Mu yang limpah tak terbatas. Aku menyembah-Mu, ya Allah pemeliharaku.

Kebutuhan terbesar kita tidak akan pernah melampaui sumber daya Allah yang mahabesar.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 77–78; Roma 10

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

13 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!