Meringankan Beban

Info

Jumat, 10 Juli 2015

Meringankan Beban

Baca: Bilangan 11:4-17

11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?

11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”

11:7 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.

11:8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.

11:9 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.

11:10 Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.

11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?

11:12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?

11:13 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.

11:14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.

11:15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku.”

11:16 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.

11:17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.

[Para tua-tua Israel] bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya. —Bilangan 11:17

Meringankan Beban

Dengan sebuah sepeda, kamu dapat menarik beban yang luar biasa berat. Seorang dewasa dengan kereta gandeng khusus (dan ditambah sedikit tekad) dapat menggunakan sebuah sepeda untuk menarik beban hingga 135 kg dengan kecepatan sekitar 16 km/jam. Masalahnya: semakin berat beban yang ditarik, semakin lambat laju sepedanya. Seseorang yang menarik peralatan atau benda seberat 270 kg hanya mampu bergerak dengan kecepatan sekitar 13 km/jam.

Musa pernah memikul beban lain di tengah padang gurun, yakni beban emosional yang membuatnya kewalahan. Hasrat orang Israel untuk makan daging daripada manna telah membuat mereka menangis. Mendengar ratapan yang terus-menerus itu, Musa pun jengkel dan berkata kepada Allah, “Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku” (Bil. 11:14).

Seorang diri saja, Musa kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Allah menanggapi masalah itu dengan meminta Musa memilih 70 orang tua-tua yang dapat bekerja sama dengannya dan meringankan beban yang dipikulnya. Allah berfirman kepada Musa, “[Para tua-tua Israel] bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya” (ay.17).

Sebagai murid Yesus, kita juga tidak perlu memikul beban kita seorang diri. Kita memiliki Yesus—Dia selalu rela dan sanggup menolong kita. Dia juga telah memberi kita saudara-saudari seiman di dalam Tuhan untuk meringankan beban kita. Pada saat kita menyerahkan kepada-Nya segala hal yang membebani kita, Dia akan memberi kita hikmat dan pertolongan-Nya. —Jennifer Benson Schuldt

Siapa sajakah yang selama ini telah mendampingimu? Sudahkah kamu berterima kasih kepada mereka?

Pertolongan Allah hanya sejauh doa.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 41–42; Kisah Para Rasul 16:22-40

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

12 Komentar Kamu

  • Yah Tuhan Allah bapa kami yang berada didalam kerajan surga, tolonglah kami Tuhan yang sedang menghadapi beban hidup kami saat ini dari segala persoalan hidup yang melanda kehidupan kami sekeluarga,hanya engkaulah satu-satunya harapan dan tempat perlindungan kami yang dapat mengangkat beban yang kami pikul saat ini, dan dapat memberi kami melalui perantsraan seseorang yang dapat membantu meringangkan dan mengeluarkan beban hidup kami sekeluarga saat ini,terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  • Rahayu Widyastuti

    tak usah khawatir, Yesus selalu akan membantu dan menopang. kita tak pernah sendiri dalam hidup ini.
    amin.Gbu

  • Kosianna Ambarita

    Ami

  • Menjawab apa yang saya alami.
    Ketika saya merasa sendiri, menanggung masalah yang berat sendiri.
    Tetapi Allah kita adalah yang memperhatikan kita.
    Allah peduli Allah mengerti
    Setiap persoalan dalam hidupmu
    Tidak pernah dipandang hina hati yang hancur dan tidak akan dibiarkanNya kita bergumul sendiri.

    Allah mengaruniakan AnakNya untuk itu.
    Dosa kita, masalah kita.

  • rico busco senaen

    Terimakasih Tuhan Yesus….aku diberkati…

  • Bersyukur utk merrka yg mengasihi, membimbing, sabar, lemah-lembut dan rendah hati

  • terimakasih Tuhan aku slalu diberkati

  • Amin… Sangat memberkati

  • Harapan d dalam Tuhan tdk pernah sia-sia…

    THX, God bless us…

  • Mangath Santpriel Zbw

    Tuhan… Aku merasakan itu hari ini…. Aku bersyukur, kasihMu memang luar biasa

  • Natanael Andra Widyaatmaja

    “I pray because i can’t help myself, I pray because i’m helpless, I pray because the need flows out of me all the time.. waking and sleeping. It doesn’t change God.. It changes me”

  • Thank GOD,,,

Bagikan Komentar Kamu!