Menemani

Selasa, 21 Juli 2015

Menemani

Baca: Mazmur 34:5-19

34:5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

34:6 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

34:7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

34:8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

34:9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

34:10 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

34:11 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

34:12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

34:13 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

34:14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

34:15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

34:16 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;

34:17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati. —Mazmur 34:19

Menemani

Sahabat saya sedang menghadapi sejumlah masalah berat dalam hidupnya dan keluarganya. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan atau lakukan, dan saya mengungkapkan hal itu kepadanya. Ia menatap saya dan berkata, “Cukup temani aku.” Itulah yang saya lakukan, dan kemudian kami berbicara tentang kasih Allah.

Sering sekali kita tidak tahu bagaimana harus memberikan tanggapan ketika orang lain sedang berduka, sementara kata-kata kita mungkin lebih menyakiti daripada menghibur. Dalam melayani orang lain, kita perlu memahami mereka dan mengetahui apa yang mereka butuhkan. Sering kali kita dapat membantu dengan memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Namun salah satu cara terbaik untuk menguatkan mereka yang sedang menderita adalah dengan menemani mereka—dengan duduk di samping mereka dan mendengarkan.

Allah itu dekat kepada kita pada saat kita berseru kepada-Nya. “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya,” kata pemazmur. “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mzm. 34:18-19).

Dengan menempatkan diri kita pada keadaan orang lain dan membuka hati kita untuk merasakan belas kasihan, kita dapat menolong mereka yang terluka. Kita dapat menemani mereka seperti Allah menyertai kita dan duduk di samping mereka. Pada waktu yang tepat, Roh Kudus akan memberi kita kata-kata untuk diucapkan, apabila itu memang diperlukan. —Keila Ochoa

Siapa sajakah yang membutuhkan bantuanmu atau keberadaanmu untuk menemani mereka Minggu ini?

Cara terbaik untuk menguatkan orang lain mungkin cukup dengan menemani mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 29–30; Kisah Para Rasul 23:1-15

Bagikan Konten Ini
10 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allash bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang bertahta didalam kerajaaan surga, kami mengucap syukur kepadamu atas segala pemberian kasih dan berkat yg engkau telah berikan kepada hidup kami sekeluarga sampai saat ini, tuntun dan bimbing kami Tuhan agar kami dapat melakukan kehendakmu didalam kehidupan kami serta kami dapat menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan,terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. liem xiu qing
    liem xiu qing says:

    Time is your most precious gift because you only have a set amount of it. You can make more money, but you can’t make more time. When you give someone your time, you are giving them a portion of your life that you’ll never get back. Your time is your life. That is why the greatest gift you can give someone is your time.
    It is not enough to just say relationships are important; we must prove it by investing time in them. Words alone are worthless. “My children, our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” Relationships take time and effort, and the best way to spell love is “T-I-M-E.

    Rick Warren, The Purpose Driven Life: What on Earth Am I Here for?

  3. Suryani Ariesta
    Suryani Ariesta says:

    amin…
    sy jg pernah DLM keadaan menderita n patah hati. Namun saat itulah sy merasakan kasih Tuhan ITU.

  4. Eka
    Eka says:

    Terimakasih Tuhan untuk FirmanMu,, Terimakasih telah menemaniku menjalani masa2 suLit ini… Terimakasih untuk semua mereka yang kau tempatkan disisiku…
    Syukur BagiMu

  5. rayida
    rayida says:

    Melakukan segala hal yang sederhana dengan hati yang penuh kasih seperti hati-Nya Allah yang berlimpah belas kasih.

  6. Eliyunus Gulo
    Eliyunus Gulo says:

    Seorang sahabat menaruh Kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesulitan. Jadi, sahabat sejati teruji disaat kita mengalami pendertitaan dan pergumulan, mereka hadir disana untuk menemani dan mendengarkan dengan penuh empati. Selamat menjadi sahabat yang benar !!!!!

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *