Sauh Bagi Kita

Info

Selasa, 16 Juni 2015

Sauh Bagi Kita

Baca: Ibrani 6:13-20

6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

6:14 kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”

6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. —Ibrani 6:19

Sauh Bagi Kita

Setelah Estella Pyfrom pensiun mengajar, ia membeli sebuah bus yang dilengkapinya dengan sejumlah komputer dan meja, lalu dikemudikannya di sekitar Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat. Melalui bus yang dinamainya Brilliant Bus (Bus Pintar), Estella menyediakan sebuah tempat bagi anak-anak yang rentan tersandung masalah agar mereka dapat mengerjakan pekerjaan rumah mereka dan mempelajari teknologi. Estella telah memberikan kestabilan dan pengharapan bagi anak-anak yang terancam gagal untuk memiliki masa depan yang lebih baik itu.

Pada abad pertama, beratnya beban penderitaan dan rasa putus asa mengancam keberlangsungan jemaat Tuhan. Penulis kitab Ibrani berusaha meyakinkan para pengikut Kristus itu untuk tidak membuang keyakinan mereka akan pengharapan masa depan mereka (2:1). Pengharapan mereka—iman kepada Allah untuk jaminan keselamatan dan masuk surga—didapatkan dalam diri dan pengorbanan Kristus. Ketika Yesus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya, Dia telah menjamin pengharapan masa depan mereka (6:19-20). Seperti sauh yang dilabuhkan ke laut untuk mencegah hanyutnya kapal, kematian, kebangkitan, dan kembalinya Yesus ke surga telah memberikan kepastian dan kestabilan bagi hidup orang percaya. Harapan akan masa depan itu tidak dapat dan tidak akan pernah tergoyahkan.

Yesus adalah sauh bagi jiwa kita, sehingga kita tidak akan terhanyut jauh dari pengharapan kita di dalam Tuhan. —Marvin Williams

Ya Yesus, di hadapan berbagai masalah dan ketidakpastian, tolonglah aku untuk mempunyai pengharapan pasti yang dilandaskan pada kasih-Mu yang tidak berkesudahan bagiku.

Harapan kita ditambatkan pada Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 4–6; Kisah Para Rasul 2:22-47

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!