Itu Bukan Urusanmu

Info

Sabtu, 13 Juni 2015

Itu Bukan Urusanmu

Baca: Yohanes 21:15-22

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”* Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: /”Apakah engkau mengasihi Aku?”* Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: /”Gembalakanlah domba-domba-Ku.

21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”

21:22 Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Jawab Yesus: “Tetapi engkau: ikutlah Aku.” —Yohanes 21:22

Itu Bukan Urusanmu

Media sosial memang bermanfaat untuk banyak hal, tetapi tidak untuk mendapatkan kepuasan hati. Setidaknya bagi saya. Meskipun niat saya baik, saya bisa merasa putus asa karena terus-menerus diingatkan bahwa orang lain telah mencapai sesuatu mendahului saya atau melakukannya dengan lebih baik. Hati saya begitu mudah kecewa, jadi saya harus berulang kali mengingatkan diri bahwa Allah telah memberikan segala yang saya butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan-Nya kepada saya.

Itu berarti saya tidak butuh anggaran yang lebih besar atau jaminan keberhasilan. Saya tidak butuh lingkungan pekerjaan yang lebih baik atau pindah kerja. Saya tidak butuh persetujuan atau izin orang lain. Saya tidak perlu kesehatan yang baik atau lebih banyak waktu. Allah bisa saja memberikan hal-hal tersebut, tetapi saya sudah memiliki segala yang saya butuhkan, karena ketika Dia menugaskan saya, Dia juga menyediakan sumber dayanya. Saya hanya perlu menggunakan apa pun talenta saya dan seberapa pun waktu yang telah Dia berikan dengan sedemikian rupa untuk memberkati orang lain dan memuliakan Allah.

Yesus dan Petrus pernah bercakap-cakap mengenai hal itu. Setelah membuat sarapan di pantai Galilea, Yesus memberitahukan Petrus tentang apa yang akan terjadi di akhir hidupnya. Sambil menunjuk murid yang lain, Petrus bertanya, “Apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Yesus menjawab, ”Itu bukan urusanmu” (Yoh. 21:21-22).

“Itu bukan urusanku.” Itulah yang perlu saya katakan kepada diri sendiri apabila saya mulai membandingkan diri dengan orang lain. Urusan saya adalah mengikut Yesus dengan setia. —Julie Ackerman Link

Dalam hal apa kamu perlu belajar untuk tidak membandingkan diri dengan sesama? Bagaimana Allah telah memberkatimu untuk menggenapi tujuan-Nya?

Membandingkan diri dengan orang lain menimbulkan kepahitan, tetapi memandang Allah memberikan kepuasan hati.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6–8; Yohanes 21

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

  • Yah Tuhan Yesus, terkadang hambamu ini,timbul pemikiran tentang kehidupan yang saat ini hamba alami dibandingkan dengan orang lain yang lebih berhasil dan sukses dari diri hamba saat ini, terlebih orng yang hambamu bandingkan ketika ia masih menjadi pagawai hamba didalam perusahasan yg hamba kelola,namum setelah menbaca renungan santapan rohani di pagi hari ini yg merupakan kegiatan rutin pokok harian, hamba menyadarinya sifat iri hati itu tidak ada gunanya untuk terus dipelihara dengan membanding-bandingkan kehidupan hamba saat ini,namun yang terpenting adalah mengikuti engkau didalam kehidupan keluarga hamba saat ini, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  • ampuni aku ya Tuhan,ketika ak mulai membanding-bandingkan diri dgn org lain, aplgi smpai mrasa iri krna mlhat org lain,…. ajar aku to terus brsyukur dgn slalu memandang kepada-Mu ….

  • Saya pun sering membandingkan diri saya dgn org lain, sehingga terkadang muncul rasa iri, muncul rasa sombong, dll. Terima kasih untuk renungan pagi ini.

  • Amin, saya harus ingat akan urusan saya yaitu mengikut Yesus

  • Mentari Sitorus Pane

    saya spt itu,,,ampuni saya 🙁

  • Tuhan berkatilah saya agar saya selalu menjadikan Engkau sebagai pedoman dalam hidupku…..

  • i’m so blessed.. thanks Lord..

  • ajarlah aku memandang padaMu ya Tuhan.biarlah hidupku semakin berkenan padaMu.Amin

  • wa are not perfect but we are precious in His sight.

    Terima kasih untuk Firman-Nya kita saling dikuatkan. Amin.

  • tq utk renungannya…pilar generasi muda saat ini seringkali membandingkan dirinya dgn org lain….kiranya pembaca lainnya disadarkan dgn renungan ini…. amin…Tuhan memberkati….

  • betul sekali …. pandang Yesus

  • terima kasih sungguh firman yang luar biasa. saya sngt tertegur melalui firman ini. selama ibi sy terlalu banyak sibuk n mengurusi hidup org lain tnpa melihat Allah lgy… sy sadar bahwa memang it hanya menimbulkan kepahitan nntinya.

  • Benar sekali, Terkadang memang kita memandang hanya pada masalah yang kita alami dan memutuskannya sendiri tanpa memandang dan mengerti peran Yesus. Semoga kita semakin bertumbuh didalamNya.

  • Bapa yg ada didalam surga…..terimakasih Engkau telah mengingatkanku tentang hal ini….amin

  • firman yg menyadarkan hambamu yg lemah ini. Beri kekuatan ya Tuhan agar aku mampu menjslankan firmanMu.

  • Hidup Bersyukur

  • terimakasih Tuhan buat firman Mu
    Tuhan lwt renungan hari ini saya di ingatkan supaya saya jgn iri kpd org lain. maafin aku Tuhan jika aku sering iri dgn org lain. aku mau jd diri aku sendiri dan lbh taat kpd Engkau.

  • thx.. sangat diberkati..

Bagikan Komentar Kamu!