Doa Mengubah Segalanya

Oleh: Yuvita Apolonia Ginting

Doa Mengubah Segalanya

Sebagai seorang Kristen, aku tahu bahwa doa itu penting. Allah mengundang kita untuk berdoa (Yeremia 29:12), dan Yesus sendiri selalu mengutamakan doa (Markus 1:35). Namun, aku selalu saja punya alasan untuk tidak berdoa.

Saat aku mulai kuliah di tempat yang jauh dari orangtua, aku tak hanya malas berdoa, aku bahkan mulai malas ke gereja. Beradaptasi sebagai seorang perantau di Jakarta bukanlah hal yang mudah bagiku sebagai seorang anak perempuan yang jauh dari keluarga. Ada saja alasan untuk mengabaikan hubunganku dengan Tuhan: banyak tugas dari kampus, keasyikan main game, mau mengurusi toko online yang kurintis sejak SMA, tidak punya kendaraan untuk ke gereja, dan sebagainya. Aku merasa sudah cukup aku ikut persekutuan mahasiswa di kampus setiap hari Jumat.

Makin lama aku hidup jauh dari Tuhan, makin kurasakan hidupku tidak terarah, tanpa tujuan yang jelas. Aku merasa kelelahan melakukan banyak hal, namun tidak melihat hasil apa pun. Pada satu titik, aku akhirnya memutuskan untuk datang kembali ke gereja.

Selama ibadah aku berusaha keras agar dapat berkonsentrasi. Bergadang main game membuatku sangat mengantuk. Namun, hari itu, Tuhan menyentakku dengan menjawab doa seorang pria di sebelahku. Matanya yang rabun berangsur menjadi bisa melihat 50% pada saat itu juga. Jika Tuhan dapat menolongnya, bukankah Dia juga dapat menolongku? Keringat dingin membasahi tubuhku, dan aku mulai menangis. Aku memohon Tuhan menjamah dan melepaskan aku dari kebiasaan-kebiasaan yang membelengguku. Tidak hanya aku, tetapi juga keluargaku. Aku diingatkan akan anggota keluarga ayahku yang masih menyembah setan. Oh Tuhan, tolong lepaskan kami … bawa kami kembali memiliki hubungan yang benar dengan-Mu

Hari itu aku dan keluargaku juga didoakan secara khusus oleh para pelayan di gereja. Aku merasa Tuhan sungguh menjamah hati dan tubuhku. Masalahku tidak serta merta lenyap, namun damai yang luar biasa kini melingkupi hatiku.

Malam harinya aku tidak bisa tidur, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang belum aku lakukan. Ada dorongan yang kuat di dalam hatiku untuk berdoa. Dengan gemetar aku menumpahkan segala kekalutan yang menguasai pikiranku kepada Tuhan, termasuk usaha toko online yang sangat kuharapkan dapat meringankan biaya kuliahku.

Begitu selesai berdoa, aku tersentak, karena ada bunyi pesan masuk di hp-ku. Ada orang yang baru saja berbelanja di toko onlineku. Kebetulan? Kupikir tidak. Tuhan sedang mengajarku untuk bergantung kepada-Nya, menyerahkan segala kebutuhanku kepada-Nya.

Sejak hari itu, hidupku tidak pernah sama lagi. Doa mengubah segalanya. Hubungan pribadiku dengan Tuhan diperbaharui. Bila sebelumnya aku selalu punya alasan untuk tidak berdoa, kini aku selalu menemukan alasan untuk berdoa. Doa menjadi pengalaman memercayakan diri ke dalam tangan Tuhan yang memegang kendali atas segala sesuatu, menjadi ungkapan hati seorang anak kepada Bapa yang mengasihinya. Kini aku menjadi lebih sabar dan tenang menghadapi masalah, karena aku tahu aku tidak menghadapinya sendirian. Meski penghasilanku tak seberapa, aku bisa memberi perpuluhan dengan sukacita, karena aku tahu Tuhan memperhatikan dan memeliharaku selalu.

Bagaimana doa membuat perbedaan dalam hidupmu?

Bagikan Konten Ini
29 replies
  1. NIW
    NIW says:

    Thankyou for sharing, kisahmu hampir hampir sama dengan saya. Well, Thank God if we both finally so exhausted dan akhirnya tahu kalau berdoa itu adalah salah satu dasar orang Kristen. Felt so good setelah sempet 7 bulanan males atau sengaja ga berdoa atau mempunyai waktu pribadi dengan Kristus 🙂

  2. Rayanti Limbong
    Rayanti Limbong says:

    Tuhan itu luar biasa, punya cara yang unik untuk menjawab setiap doa anak anakNya. Meskipun hari ini Tuhan belum menjawab doaku, aku yakin kalau Tuhan punya waktu yang tepat untuk semua itu. God is enough for me

  3. Rirys Boru Torus
    Rirys Boru Torus says:

    aq berdoa stiap hari, bahkan aq stiap mkn tdk prnah aq lupa untuk berdoa, tp ntah knpa hati qu, sllu mngis, gx da guna nya doa2 yg aq pnjat kn, aq sllu mrasa aq tak layak d hadapan yesus, mohon doakan aku agar aq d

    pulihkan nya :'(

  4. NIW
    NIW says:

    Ga ada yang layak di hadapan Tuhan kok kak Rirys, semua orang ga terkecuali meski dia pendeta atau apapunlah jabatannya sekalipun. Saya ga tau pergumulan apa yang dihadapi kak Rirys sampe “ngerasa ga guna doanya”… Saya udah doain kakak meskipun saya ga kenal pribadi dengan kak Rirys. Oya mungkin ayat ayat ini bisa dibaca kak soal apa dan gimana perihal doa kepada Bapa : Matius 5:8, 1 Yoh 5:14, Matius 6:7, Yakobus 1:6 🙂 Tuhan Yesus justru mencari dan memulihkan mereka yang “pergi dan sakit” macam saya dulu. Jadi puji Tuhan banget kalo kak Rirys merasa ga layak di hadapan Tuhan Yesus. Doa sayapun banyak yang menurut saya ga dijawab. Eh padahal udah dan selalu dijawab TAPI sesuai dengan kehendakNya. Sering saya kecewa krn doa dgn kehendak saya pribadi ga terkabulkan. Tapi yang sesuai kehendakNya selalu ada jawabnya 🙂 Tuhan Yesus sayang setiap anak-anakNya

  5. roma sitepu
    roma sitepu says:

    terima kasih. renungan ini kembali mengingatkan aku untuk kembali terus berdoa dan berserah kepada Tuhan..

  6. Miranda Butarbutar
    Miranda Butarbutar says:

    Pengalaman hidup ku tidak jauh beda dengan kakak. Tadinya aku selalu punya alasan untuk tidak berdoa, tidak ke gereja. Tapi aku merasa ada yang kurang dari hidupku, aku kehilangan kedamaian dan kasih dari hidupku. Dan suatu hari, tiba-tiba terlintas difikiranku untuk keluar dari semua kesalahanku yang sudah bertubi-tubi. Aku mulai ke gereja lagi, berdoa setiap mau tidur, bersyukur atas segala yang terjadi, dan sekarang aku merasakan bahwa mujizat dekat denganku seperti Allah yang juga selalu bersamaku, di dalam hati kecilku, dalam diriku, sebagai bait Allah. Luar biasa kuasa Tuhan, terpujilah Tuhan selama lamanya. Amin

  7. Tonny Adam Theoyana
    Tonny Adam Theoyana says:

    nice artikel dan komen.. terharu liat temen2 yg gak kenal bisa saling menguatkan..
    kebetulan dalam waktu dekat ini saya lagi jauh dari doa, baru mau mulai lagi.. semua tulisan ini menguatkan.. keep on that spirit people. GBU all

  8. Grace
    Grace says:

    nice article 🙂 artikel ini menyadarkan saya. Tapi terkadang jika frekuensi berdoa saya sudah bagus. Terkadang saya merasa hampa dalam berdoa itu 🙁 mohon doanya

  9. farel
    farel says:

    Selalu berpengharapan sama tuhan,bukti kita mengandalkan Tuhan ya meminta melalui doa doa yg kita.tetap semangat bersama Tuhan.Gbu

  10. Amelia
    Amelia says:

    Aku dapet banget renungan ini. Saat ini ak berada di posisi dimana ak sangat sangat jarang berdoa. Semua rencana rencana yg ak persiapkan dengan kekuatanku Tuhan blok. Sempat ada rasa kecewa sangat mendalam, semua terasa gagal. Tp ak percaya Tuhan ingin semua berbalik ke Dia. Mengandalkan Dia. Sehebat apapun, sesukses apapun, tanpaNya semua bisa berubah dalam hitungan detik 🙁

  11. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Doa adalah satu-satunya sumber pengharapanku dalam menjalankan kehidupan ini, yang telah kurasakan sungguh besar kuasanya dalam merngatasi segala pernasalahan yang kualami dalam kehidupan keluargaku, Amin

  12. Reni lubis
    Reni lubis says:

    Kalau bicara tentang “Doa mengubah segalanya”
    Aku tak tau lagi berapa banyak harus mengucap terimakasih dan mengucap syukur,,
    Atas segala sesuatu yg telah di berikan Tuhan nyata di hidupku

  13. Vina
    Vina says:

    Terus terang saya melakukan kesalahan besar yang mungkin konsekuensinya saya takut untuk menghadapinya…saya sudah berdoa kepada Tuhan memohon maaf tetapi entah kenapa merasa Tuhan sangat jauh dan tidak mendengar doa ku….saya terus terang merasa bingung dan takut sekarang…saya harap Tuhan mau berbaik hati untuk mendengar doa ku. Amin

  14. Yul angel
    Yul angel says:

    Apa artikel itu benar ? Karna aku tidak pernah mengalami rencana yang akan aku lakukan ada yang tercapai walaupun aku percaya dan aku selalu berdoa Tuhan pernah menjawab ,Bahkan aku sudah mulai putus asa .Jika memang itu benar tolong doakan saya karna say sudah mulai tidak percaya akan semua akan kebenaran dari Tuhan

  15. Yuvita Apolonia Ginting
    Yuvita Apolonia Ginting says:

    Halo, terima kasih tim WSK sudah mau terima kesaksianku.

    Tuhan memang nggak selalu menunjukkan kasihnya secara langsung seperti yang aku rasain. Tapi kadang, kalau kembali lagi diperhatikan banyak hal2 kecil yg terjadi itu semua karena Tuhan. Kalaupun belum berhasil / masih gagal aku yakin itu sebuah proses. Tuhan akan memberikan itu disaat yang tepat & Dia nggak pernah gagal. Intinya aku selalu berusaha bersyukur apapun yang terjadi maupun itu hal yang tidak sesuai harapan, itu memang sulit banget. Tapi aku selalu berfikir pasti ada maksud dibalik semua ini. Selalu bersyukur ya teman2, dengan begitu dengan sendirinya kita akan sadar betapa baiknya Tuhan. God bless ❤️

  16. Dewi putriani
    Dewi putriani says:

    Kasihmu tuhan sungguh luar biasa apa pun yang ada di pikiranku engkau tau dan apa yang aku inginkan engkau kabulkan pada waktu yang tepat dan indah pada waktunya
    Pkh 3:11

  17. Erwin
    Erwin says:

    Saya kadang bingung dengan hidup saya.
    Saya selama hidup selalu saja berbohong. Tiada hari saya lewati dengan berbohong…suatu hari di tahun 2011,saya diterima di salah satu perusahaan kontraktor. Selama 6 tahun di perusahaan itu saya mengalami kejayaan. Dan saya semakin jauh dari Tuhan. Sangat jauh. Hampir Semua kejahatan pernah saya lakukan. Ditambah mmpunyai uang yg banyak saya semakin hancur. Saya bahkan sempat berfikir saya tdk bisa miskin. Dan tiba di tahun 2017 saya dipecat. Saya mnganggur. Dan selang beberapa bulan setelah dipecat saya mengalami kedukaan, ayah saya meninggal dunia. Saya sangat terpukul pada saat itu. Saya kembali berusaha mencari pekerjaan lagi setelah semuax. Selang 4 atw 5 bulan saya kembali mndapatkan pekerjaan tetapi ketika saya sudah dipuncak saya kembali jatuh, saya dipecat. Saya kembali bekerja dan berujung sama. Dipecat jg… Saya bingung sampai sekarang saya belum memiliki pekerjaan. Dan saya malu mengakuix didepan keluarga saya. Jadi dengan berbohong, menipu orang saya mnghasilkan uang. Tetapi jujur saya tdk bisa membeli apapun dari semua uang itu.
    Disini saya mau memohon, bantuan doa dari teman2, saudara2 ku yang Kristiani semua, supaya bisa mendoakan saya, supaya saya bisa berubah. Jujur setiap saat saya sangat tidak tenang. Ada rasa bersalah yang sangat besar.sampai sekarang saya brusaha agar tidak berbohong lagi, tapi kadang tetap saja kebohongan itu muncul karena kesombongan saya. Saya ingin sekali seperti saudara semua yang hidup tanpa kebohongan. Knp susah skali saya melepaskan kbohongan dlm diri saya.mungkin ada saudara2 ku semuanya, yang bisa mbantu mndoakan saya, saya sangat berterima kasih. kiranya ada saudara2 ku semua yang bisa memberikan saya nasehat atau kelegahan agar saya bisa terus berada dijalan Tuhan Yesus. Amin.
    Terima kasih banyak.
    Tuhan mmberkati kita semua.

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *