Bapaku Bersamaku

Kamis, 4 Juni 2015

Bapaku Bersamaku

Baca: Markus 14:32-50

14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.”

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.

14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

14:43 Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua.

14:44 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.”

14:45 Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia.

14:46 Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

14:47 Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

14:48 Kata Yesus kepada mereka: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku?

14:49 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.”

14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. —Yohanes 16:32

Bapaku Bersamaku

Seorang teman yang sedang berjuang melawan kesepian memuat kata-kata berikut ini pada halaman Facebook-nya: “Aku merasa sendirian bukan karena aku tak punya teman. Temanku banyak. Aku punya teman yang bisa memelukku, menguatkanku, bicara padaku, peduli padaku, dan memikirkanku. Hanya saja mereka tidak bisa selalu bersamaku di setiap waktu dan untuk selamanya.”

Yesus memahami rasa kesepian seperti itu. Saya membayangkan, di sepanjang pelayanan-Nya di bumi, Dia melihat rasa kesepian di mata para penderita kusta dan mendengarnya dalam seruan orang yang buta. Namun lebih dari itu, Dia tentu pernah mengalaminya ketika semua murid-Nya meninggalkan Dia (Mrk. 14:50).

Meskipun demikian, ketika Dia menubuatkan bahwa murid-murid itu akan meninggalkan-Nya, Yesus juga menegaskan keyakinan-Nya yang teguh akan kehadiran Bapa-Nya. Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku” (Yoh. 16:32). Tak lama setelah Yesus mengucapkan perkataan itu, Dia memikul salib demi kita semua. Kematian-Nya memungkinkan kita untuk mempunyai hubungan yang dipulihkan dengan Allah dan untuk menjadi anggota keluarga-Nya.

Sebagai manusia, kita semua akan mengalami saat-saat kesepian. Namun Yesus menolong kita untuk mengerti bahwa Allah Bapa akan selalu hadir bersama kita. Dialah Allah yang kekal dan mahahadir. Hanya Dia yang dapat selalu menyertai kita di setiap waktu dan untuk selama-lamanya. —Poh Fang Chia

Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau berjanji tidak akan membiarkan atau meninggalkan aku. Saat aku merasa kesepian, tolong ingatkan aku bahwa Engkau selalu bersamaku.

Bila kamu mengenal Yesus, kamu takkan pernah berjalan sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 21–22; Yohanes 14

Bagikan Konten Ini
36 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Tuhan Yesus janganlah engkau meningalkan kami sekeluarga saat ini, disaat kami mengalami pergumulan akan persoalan hidup kami, tolonglah kami untuk diberikan jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan hidup kami, hanya engkaulah satu-satu harapan kami yang dapat menolong hidup kami saat ini, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Desy
    Desy says:

    amin.
    Trimakasiih untuk bahan renungannya, sangat memberkati.
    Tuhan memberkati pelayanan ini. 🙂

  3. Debora Ayu
    Debora Ayu says:

    Terberkatilah warungsatekamu yang menjadi wadah pemberitaan firmanNya 🙂

    Love this website so much.
    God bless you all.

  4. imelda miracle
    imelda miracle says:

    Engkau ada bersamaku di s’tiap musim hidupku..
    Tak pernah Kau biarkan ku sendiri..

  5. Trizna
    Trizna says:

    Trimakasih Tuhan Yesus..ku tau kpd siapa ku percaya.saat ini Engkau memegang tanganku,menghapus airmataku dan tidak meninggalkan aku sendirian.PenyertaanMu sempurna di dalam hidup aku. Amin

  6. juliana anastasia
    juliana anastasia says:

    yes God.. terima kasih Engkau slalu bersamaku setiap saat n Kau tak pernah biarkan ku sendiri. luv u God

  7. Terry Glade Trescia
    Terry Glade Trescia says:

    Terimakasih Tuhan Yesus dikala aku ,sedih,aku sendiri,,Engkau selalu hadir bersamaku
    Jesus love me

  8. Yusuf
    Yusuf says:

    Ternyata keliru ketika aku merasa Allah meninggalkan aku pada saat aku terbelit masalah berat….iya keliru….karena Allah Bapa surgawi ternyata tdk kemana mana dan tdk pernah meninggalkan aku…..tetapi Dia ada di sini ada bersamaku sedang mendekapku sambil ikut memanggul beban beratku…..oooh terpujilah Engkau Bapa..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *