Teguran yang Lemah Lembut

Jumat, 1 Mei 2015

Teguran yang Lemah Lembut

Baca: Kolose 3:12-17

3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain. —Kolose 3:12-13

Teguran yang Lemah Lembut

Setelah berlangsungnya suatu konferensi di Nairobi, Kenya, kelompok kami kembali dari tempat acara ke penginapan guna menyiapkan diri untuk penerbangan pulang keesokan harinya. Begitu sampai di penginapan, seorang wanita dari kelompok kami mengabarkan bahwa kopernya tertinggal di tempat konferensi. Pada saat wanita itu pergi mengambilnya, pemimpin kelompok kami (yang selalu memperhatikan sesuatu dengan terperinci) mengkritik wanita itu dengan sangat tajam di depan kami.

Keesokan paginya ketika kami tiba di bandara, pemimpin kami itu terkejut saat mengetahui bahwa koper dan paspornya masih tertinggal di penginapan. Biaya untuk kembali ke penginapan dan mengambil koper tersebut pun lebih mahal. Setelah itu, ia meminta maaf dan mengatakan kepada kami semua, “Saya takkan mengeluarkan kritik setajam itu lagi!”

Karena kita semua memiliki kesalahan dan kelemahan, patutlah kita saling bersabar dan saling mengampuni ketika terjadi kesalahan (KOL. 3:13). Kita perlu memberikan kritik yang membangun dan mengenakan pada diri kita “belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (ay.12).

Ketika perbaikan atau koreksi memang perlu diberikan, lakukanlah dengan cara yang baik dan penuh kasih. Dengan demikian, kita akan meneladan Tuhan kita Yesus Kristus. —Lawrence Darmani

Ya Tuhan, Engkau tahu, kadang aku bersikap tidak sabar, tidak rendah hati, dan tidak lemah lembut. Pada masa-masa seperti itu, buah Roh-Mu seakan tidak lagi bertumbuh. Tolong mampukan aku untuk mengasihi sesamaku hari ini.

Keberhasilan suatu hubungan terletak pada sikap lemah lembut dan rendah hati.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 10-11; Lukas 21:20-38

Photo credit: Johnny Vulkan / Foter / CC BY-NC-SA

Bagikan Konten Ini
22 replies
  1. Ben
    Ben says:

    Sungguh mengingatkan kita untuk “cepat mendengar dan lambat berkata-kata”. Tuhan memberkati.

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allah bapa kami Yesus Kristus yang berada didalam kerajaan surga, tuntunlah kami dan ajarilah kami didalam menjalankasn kehidupan kami setiap hari agar sesuai dengan kehendakmu , Terpujilah namamu bapa disurga, Amin,

  3. SULAMYA JOSEPH
    SULAMYA JOSEPH says:

    Ampuni kmi Tuhan,saat tdk peka dlmMu,ampuni kmi bila kami mgkrtik dgn cara tdk memuliaknMu..biar semakin hari kmi smkin mgerti d melakukn kbnaran FirmanMu..tolong kmi yg selalu MembutuhknMu.Amen

  4. Rita Dwiyani
    Rita Dwiyani says:

    Terimakasih Tuhan Yesus buat kasihMu , beri kami hati yg baru penuh kasih, lemah lembut dan sabar. Amin

  5. Kosianna Ambarita
    Kosianna Ambarita says:

    Terimakasi tuhan kami ucapkan kepadamu pada pagi hari ini ajari kami tuhan agar kami tau berbuat baik kepada sesama dan dapat juga kami saling memaafkandiantara kami terpujilah namamu tuhan amin.

  6. Marsinta Hutabarat
    Marsinta Hutabarat says:

    Tuhan..ajar dan mampukan aku utk mengontrol diri agar sabar dan lemah lembut…Amin.

  7. miliawati
    miliawati says:

    Terima kasih . Firman ini mengingatkan saya kembali untuk lebih lemah lembut dan rendah hati. Bapa tolong saya supaya saya bisa melakukannya,dengan pertolongan Roh Kudus. Amin

  8. Jusua Ang
    Jusua Ang says:

    Bapa yg ada didalam surga…perkenankanlah kami menjadi pribadi seperti itu….amin.

  9. Mery Sijabat
    Mery Sijabat says:

    Tuhan bentuklah aku menjadi pribadi yang lemah lembut dan sabar. mampukan aku untuk selalu memancarkan kasih setiaMu kepada orang lain.

  10. Grespy Adelina Tambunan
    Grespy Adelina Tambunan says:

    The keys to effective relationships are gentleness and humility..

  11. Stephanie Berline
    Stephanie Berline says:

    terima kasih utk renungan dan firman yg sangat membangun ini.
    memang benar, ketika sesuatu terjadi atau seseorang melakukan hal yg tdk kita sukai atau di luar keinginan kita,kita mudah sekali jengkel dan marah.

    seakan buah buah roh itu mati dlm hati kita..namun ketika kita menyadari hal itu dan roh kudus membuat kita yg mengalaminya.. maka sebenarnya Tuhan ingin kita kembali ke firmanNya utk selalu mempunyai hati yang sabar,lemah lembut dan rendah hati…

  12. jemmy janury
    jemmy janury says:

    lemah lembut dan rendah hati adalah dua karakter utama dari Tuhan kita Yesus Kristus (Matius 11:29), dua karakter utama Tuhan Yesus ini juga lah yg harus jadi karakter utama kita para murid2 Kristus di akhir zaman…. karena dua karakter utama Kristus inilah yang sekarang bnyk hilang dari diri dan kehidupan anak2 Tuhan dan juga gereja2 Tuhan…

  13. Randy Saputra
    Randy Saputra says:

    intinya semua yg kluar dri mulut kita harus positif, lemah lembut serta membangun, termasuk kritikan dan teguran…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *