Menyandang Nama-Nya

Rabu, 27 Mei 2015

Menyandang Nama-Nya

Baca: Kisah Para Rasul 11:19-26

11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.

11:20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.

11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. —Kisah Para Rasul 11:26

Menyandang Nama-Nya

Pada bulan Juli 1860, sekolah keperawatan pertama di dunia dibuka di Rumah Sakit St. Thomas di London. Saat ini sekolah tersebut menjadi bagian dari King’s College, dan para siswa jurusan keperawatan di dalamnya disebut Nightingales. Sekolah itu—sebagaimana praktek keperawatan modern—didirikan oleh Florence Nightingale yang mengubah dunia keperawatan pada masa Perang Krimea. Ketika calon perawat menyelesaikan pelatihan mereka, mereka harus mengucapkan “Ikrar Nightingale”, suatu cerminan dari pengaruh Florence Nightingale yang selalu mewarnai dunia keperawatan.

Ada banyak orang, seperti Florence Nightingale, yang telah memberikan dampak besar bagi dunia kita. Namun tidak ada yang memberi dampak lebih besar daripada Yesus. Kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya telah membawa transformasi dalam hidup banyak orang selama 2.000 tahun.

Di berbagai penjuru dunia, nama Kristus menjadi penanda bagi orang-orang yang menjadi pengikut-Nya, sebagaimana demikian sejak masa-masa awal gereja. “Setelah [Barnabas] bertemu dengan [Saulus], ia membawanya ke Antiokia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kis. 11:25-26).

Mereka yang menyandang nama Kristus dijadikan serupa dengan- Nya karena kita telah diubah oleh kasih karunia-Nya. Kita pun menyatakan pada dunia bahwa Dia telah membawa perubahan abadi dalam kehidupan kita dan kita juga merindukan hal tersebut terjadi dalam diri orang lain. —Bill Crowder

Bapa, beriku anugerah dan hikmat untuk menghormati-Mu. Kiranya hidupku sungguh mencerminkan kepribadian Kristus agar keagungan nama-Nya—dan keselamatan dari-Nya—juga dapat diterima oleh orang lain.

Murid Kristus—orang Kristen—dikenal karena menyandang nama-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23

Photo credit: Waiting For The Word / Foter / CC BY

Bagikan Konten Ini
8 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang berada didalam kerajan surga,engkau sungguh baik terhadap kami, dimana engkau telah menolong kami didalam menghadapi persoalan didalam kehidupan keluarga kami tepat pada waktunya,tuntun dan ajarilah kami Tuhan, agar kami dapat melaksanakan kehidupan kami sesuai dengan kehendakmu, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. dernis
    dernis says:

    Bersyukur, Tuhan Yesus tidak datang ke dunia dengan membawa agama untuk kita anut. Sebutan kristen di antiokia inilah yg menurut saya adalah salah satu buktinya, dan awalmula dr agama kristen sebutan kristen itu sendiri.
    Saya percaya, Kristus mau kita menjadi pengikutNya, bukan hanya seorang beragama “kristen”.
    Saya bersyukur dilahirkan di agama kristen dan dianugerahi keluarga yg tentunya percaya dan mengikut Yesus. Menurut saya, kita harus berupaya selama kita hidup untuk mengeluarkan agama dan menghidupkan gaya hidup Yesus di kehidupan kita, dan juga membantu “mengeluarkan” agama dr hidup org lain (meskipun dia beragama kristen).

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *