Sakit yang Mulia

Rabu, 1 April 2015

Sakit yang Mulia

Baca: Yohanes 16:17-24

16:17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?"

16:18 Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya."

16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?

16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.

16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

[Yesus berkata,] “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.” Yohanes 16:22

Sakit yang Mulia

Saya bertanya pada beberapa teman tentang pengalaman tersulit dan menyakitkan dalam hidup mereka. Jawaban mereka mencakup peperangan, perceraian, operasi, dan wafatnya orang yang mereka kasihi. Jawaban istri saya, “Kelahiran anak pertama kita.” Saat itu, persalinan di sebuah rumah sakit militer yang sepi tersebut berlangsung lama dan berat. Namun saat mengingat hal itu, ia merasa sangat bersukacita “karena rasa sakitnya punya maksud yang mulia.”

Sebelum Yesus disalib, Dia memberitahukan kepada para murid-Nya bahwa mereka akan mengalami masa-masa yang penuh penderitaan dan kesusahan. Tuhan membandingkan pengalaman yang akan menimpa mereka itu dengan pengalaman seorang ibu saat melahirkan; penderitaannya berubah menjadi sukacita ketika bayinya lahir (Yoh. 16:20-21). “Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu” (ay.22).

Kesusahan selalu saja ada di sepanjang jalan hidup kita. Namun Yesus, “yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia” (Ibr. 12:2), telah membayar lunas pengampunan dan kebebasan bagi setiap orang yang membuka hati kepada-Nya. Pengorbanan-Nya dalam penderitaan telah menggenapi maksud kekal Allah untuk memungkinkan kita menjalin persahabatan dan persekutuan dengan-Nya.

Sukacita Juruselamat kita, saat mengatasi penderitaan-Nya, sama seperti sukacita dari-Nya saat mengatasi penderitaan kita. —David McCasland

Ya Bapa, Yesus, Anak-Mu yang mulia memilih untuk menderita bagiku. Terima kasih atas pengorbanan-Nya untuk menggantiku. Terima kasih karena penderitaanku pun bisa Engkau pakai untuk menjadikanku serupa dengan-Nya.

Penderitaan dapat semakin menarik orang Kristen mendekat kepada Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 13-15; Lukas 6:27-49

Photo credit: Schwarzwert Naturfotografie / Foter / CC BY

Bagikan Konten Ini
20 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allah bapa kami yang berada didalam kerajaan surga, kiranya persoalan pergumulan hidup kami saat ini yang kami rasakan yg merupakan penderitaan bagi keluarga kami dapat engkau menolong kami agar kami dapat keluar dari persoaalan hidup yg merupakan penderitaan bagi kami, terima kasih bapa disurga yangt telah mendengar doa kami, terpujilah namamu, Amin

  2. Deborah
    Deborah says:

    Terimakasih Bapa.. Saat Teduh hari demi hari menguatkan iman ku. Memberikan pengharapan baru.

  3. Kosianna Ambarita
    Kosianna Ambarita says:

    Terima kasih Tuhan kami ucapkan kepada-Mu, di mana Tuhan menyertai setiap langkah kami, Tuhan disalibkan untuk menebus dosa-dosa kami. amin

  4. Feri Aripin
    Feri Aripin says:

    ketika kita mengalami kesusahan ingatlah Tuhan Yesus sdh lebih dulu menderita kesusahan yang lebih berat dr penderitaan kita Amin

  5. Oktavia Lestari
    Oktavia Lestari says:

    saat kita meminta kekuatan…Tuhan berikan cobaan…itu semua jadikan kita lebih kuat…

    selamat pagi semua…
    Gbu all ^_^

  6. Martauli Manullang
    Martauli Manullang says:

    Tuhan terima kasih atas sukacita yang Engkau beri, biar keluargaku belajar dari kebenaran firmanMu…Amin…

  7. Putri Kumala
    Putri Kumala says:

    benar,akupun mengalaminya.namun baiklah kita setelah melewati masa penderitaan yg membuat kita mendekat padaNya,tidak lalu mulai bersantai santai dan menjauh tanpa kita sadari. baiklah kita selalu diingatkan akan kebaikan Tuhan. amen. thank you Jesus.

  8. diana chan
    diana chan says:

    Terima kasih Bapa dalam Surga atas kasihMu yang begitu besar terhadap kami………
    Terima kasih Yesus atas pengorbananMu di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kami……….
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)
    Terpujilah nama Yesus, amin……..

  9. Hannah
    Hannah says:

    Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, yang penuh dengan pertolongan dan kemurahan serta kasihNya yang tulus akan segalanya.

  10. Just Kendrick
    Just Kendrick says:

    great message…it streghten me alot now during my hard time.. really hard time… it keeps me away from teling a lie, and be humble to God…. amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *