Pilihan yang Pasti

Kamis, 26 Maret 2015

Pilihan yang Pasti

Baca: Yosua 24:15-24

24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

24:16 Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,

24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita."

24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.

24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu."

24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah."

24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!"

24:23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel."

24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."

Hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah. —Yosua 24:21

Pilihan yang Pasti

Ayah saya dahulu pernah menyembah dewa-dewa leluhur. Pernyataannya di penghujung hidupnya berikut ini sungguh luar biasa: “Ketika aku mati,” ucapnya dengan susah payah, “jangan ada yang melakukan sesuatu selain yang akan dilakukan oleh gereja. Tak perlu ramalan, tak perlu pengorbanan bagi leluhur, tak perlu macam-macam ritual. Hidupku ada di tangan Yesus Kristus, begitu juga kematianku.”

Ayah saya memilih untuk mengikut Kristus ketika ia mengundang Yesus untuk menjadi Juruselamat di masa tuanya. Teman-teman seusianya suka mengejeknya: “Orang tua seperti dirimu seharusnya tidak pantas pergi ke gereja!” Namun pilihan ayah saya untuk mengikut dan menyembah Allah yang sejati sudah bulat, sama seperti pilihan orang-orang yang ditantang oleh Yosua.

“Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah,” tantang Yosua. “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (24:15). Tanggapan mereka sangat tegas—mereka pun memilih untuk menyembah Tuhan. Bahkan setelah Yosua memperingatkan mereka akan konsekuensi pilihan tersebut (ay.19-20), mereka tetap bertekad untuk mengikut Tuhan, dengan mengingat akan pembebasan, pemeliharaan, dan perlindungan-Nya atas mereka (ay. 16-17, 21).

Namun, pilihan bulat itu menuntut tindakan yang sama tegasnya, sebagaimana diingatkan Yosua dengan keras kepada mereka, “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing . . . dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN” (ay.23). Sudahkah kamu mengambil pilihan untuk menjalani hidup bagi Allah? —Lawrence Darmani

Tuhan, ajarku arti memilih untuk total mengikut Engkau. Aku mau perkataan, tindakan, tingkah lakuku menunjukkan kasihku yang tulus kepada-Mu dari lubuk hatiku. Engkau layak menerima jauh melebihi apa pun yang dapat kulakukan.

Pilihan yang bulat menuntut tindakan yang tegas.

Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 22-24; Lukas 3

Photo credit: elaine faith / Foter / CC BY-NC

Bagikan Konten ini
11 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Haleluya,terpujilah namamu bapa disurga yang telah menolong keluarga kami dari pergumulan kesusahan yg kami alami didalam hidup kami saat ini.Terima kasih Tuhan Yersus engkau sungguh baik dan pertolonganmu kepada kami sesuai dengan janjimu yg selama ini engkau tepati seiring dengan waktu yang kami kehendaki,Amin

  2. Yonathan Susanto
    Yonathan Susanto says:

    Percaya dan mengabdikan hidup sepenuhnya pada Allah merupakan sebuah pilihan yang pasti dan terutama, sembari diiringi ketaatan dan kesetiaan pada Allah hingga kita peroleh mahkota kehidupan. Sebuah pilihan yang pasti dan tepat dengan disertai perjuangan bersama Allah tidak akan pernah sia-sia. Selamat beraktivitas. Tuhan memberkati.

  3. Anri Simanjuntak
    Anri Simanjuntak says:

    Selalu percaya dan mengimani tiada allah lain selain Tuhan dalam setiap kehidupan. Amin

  4. Kosianna Ambarita
    Kosianna Ambarita says:

    Ajari kami tuhan agar kami se nanti asa tau mengucapkan terimakasi atas lindungan amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *