Kebiasaan Dari Pikiran Yang Sehat

Kamis, 5 Februari 2015

Kebiasaan Dari Pikiran Yang Sehat

Baca: Mazmur 37:1-8

37:1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;

37:2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.

37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

37:7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik. —Mazmur 37:3

Kebiasaan Dari Pikiran Yang Sehat

Menurut banyak ahli, membangun kebiasaan untuk bersikap optimis dapat meningkatkan kesehatan kita, baik dalam menghadapi hasil diagnosa medis yang berat atau setumpuk baju kotor yang harus dicuci. Barbara Fredrickson, Ph.D., seorang profesor psikologi dari University of North Carolina, mengatakan bahwa kita harus melatih diri melakukan aktivitas yang mengembangkan perasaan sukacita, syukur, kasih, dan perasaan positif lainnya. Namun demikian, kita mengetahui bahwa kita membutuhkan lebih dari sekadar membangun perasaan yang positif. Kita membutuhkan keyakinan yang kuat akan adanya suatu sumber sukacita, damai sejahtera, dan cinta kasih yang dapat kita andalkan.

Mazmur 37:1-8 menjabarkan tindakan-tindakan positif yang dapat kita ambil untuk menangkal sikap pesimis dan keputusasaan. Cobalah menyemangati dirimu dengan melakukan hal-hal berikut ini: Percaya kepada Tuhan dan melakukan yang baik, berdiam di negeri dan berlaku setia (ay.3); bergembira karena Tuhan (ay.4); menyerahkan hidupmu kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya (ay.5); berdiam diri di hadapan Tuhan, menantikan Dia, tidak berkeluh kesah karena gelisah (ay.7); berhenti marah dan meninggalkan panas hati (ay.8).

Karena tindakan-tindakan di atas terkait dengan frasa “kepada dan karena Tuhan,” semua arahan tersebut bukan hanya angan-angan atau saran yang mustahil untuk dilakukan. Hanya karena Yesus dan oleh kekuatan-Nya, semua itu mungkin untuk kita lakukan.

Satu-satunya sumber sejati bagi optimisme kita adalah karya penebusan yang dikerjakan oleh Yesus. Dialah alasan kita untuk terus berharap! —DCM

Tuhan, kami tak dapat merekayasa pengharapan, dan sekalipun
kami mencoba, hal itu akan terasa dibuat-buat. Tolonglah kami
menemukan pengharapan di dalam Engkau karena apa yang telah
Yesus perbuat untuk kami. Kami tahu Engkau selalu menyertai kami.

Saat kabar buruk datang, kita dapat berharap pada kabar baik dari Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 36-38; Matius 23:1-22

Photo credit: Camdiluv / Foter / CC BY-SA

Bagikan Konten Ini
9 replies
  1. Andreas
    Andreas says:

    percaya kepada Tuhan maka ia akan memberikan kepada kita kebahagiaan, bukan kebahagian yang karena diberikan hal baik yang lahiriah tapi karena kita percaya TUHAN.

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yaah Tuhan Allah bapa kami yang berada didalam kerajaan surga, aku bersyukur berterima kasih kehadiratmu karena engkau telah menyelamatkanku dari serangan Strook tiba-tiba yg aku alami dengan tanpa aku sadari, hingga aku berdiam dalam perawatan dirumah sakit yang kurang lebih sebualan rasanya baru aku dapat sadari apa yg terjadi didalam hidupku ini, Namun berkat kasih sayangmu yg engkau berikan begitu besar kepadaku,hingga aku dapat berkumpul lagi bersama keluargaku sampai saat ini, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *