Seorang Pencerita

Senin, 12 Januari 2015

Seorang Pencerita

Baca: Kolose 1:13-23

1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah . . . sekarang diperdamaikan-Nya. —Kolose 1:21-22

Seorang Pencerita

Pada masa pasca Perang Saudara Amerika Serikat (1861-1865), Mayor Jenderal Lew Wallace, seorang pemimpin dari pihak Perserikatan, menjabat sebagai gubernur dari wilayah New Mexico. Pada saat itu, New Mexico belum ditetapkan menjadi sebuah negara bagian. Tugas yang dilakukan Wallace di wilayah tersebut membuatnya sering bersentuhan dengan banyak tokoh berpengaruh dalam sejarah yang nyaris berbau mitos dari dunia Wild West (mengacu pada teritori di sepanjang Barat Amerika yang belum terjamah oleh hukum), termasuk di antaranya Billy the Kid dan Sheriff Pat Garrett. Di tempat itulah Wallace menulis sebuah buku, yang dianggap oleh sejumlah orang sebagai “buku Kristen paling berpengaruh” pada abad ke-19, berjudul Ben Hur: A Tale of the Christ (Ben Hur: Kisah tentang Kristus).

Wallace menjadi saksi atas dampak dosa yang teramat keji atas hidup umat manusia ketika ia melihat pelbagai kekerasan yang terjadi selama Perang Saudara dan di era Wild West. Baik dalam kehidupannya maupun dalam buku terlarisnya tersebut, Wallace mengerti betul bahwa hanya kisah tentang Yesus Kristus yang mempunyai kuasa untuk menebus dan mendamaikan manusia.

Bagi para pengikut Kristus seperti kita, kehidupan ini mencapai puncaknya ketika Allah “melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa” (Kol. 1:13-14). Sekarang kita mempunyai hak istimewa untuk menjadi pencerita yang membawa kabar tentang karya penebusan Allah yang luar biasa itu kepada sesama. —RKK

Tuhan, tolong kuasailah lidahku hari ini. Penuhi aku dengan
kata-kata kasih dan rahmat. Gunakan perkataanku untuk
membawa hati seseorang berbalik kepada-Mu.
Tanpa-Mu, aku tak dapat melakukan apa pun.

Perubahan yang Kristus berikan dalam hidupmu adalah kisah yang layak kamu ceritakan kepada sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29-30, Matius 9:1-17

Bagikan Konten ini
5 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allah bapak kami yang berada di dalam kerajaan surga, hamba bersyukur kepadamu, karenas engkau telah merubah hidupku melalui kuasa rohol kudusmu yang telah menyadarkanku atas segala perbuatanku yg aku lakukan didalam hidupku, dengan penyakit yg aku derita saat ini, yg aku rasakan engkau telah memberikan pelajaran yg sangat bwrarti yg membawah perubahan terhadap hidupku,terima kasih Tuhanku, tepujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. STEVE
    STEVE says:

    Amin, Kita harus menjadi mendamaikan semua orang disekitar kita supaya tidak berseteru dengan Kristus. Tapi terlebih dahulu kita harus mendamaikan diri kita dengan Tuhan

  3. Gee
    Gee says:

    Cara berterima kasih saat mengalami perubahan oleh Kristus adalah bersaksi atas perubahan luar biasa yang telah dilakukan-Nya dengan penuh sukacita 🙂 Amin.

    Terima kasih buat renungan hari ini. Nama Tuhan Dipuji dan Dimuliakan selama-lamanya 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *