Meninggalkan

Info

Sabtu, 17 Januari 2015

Meninggalkan

Baca: Yohanes 4:9-14,27-29

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"

4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:

4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ . . . [dan berkata]: “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” —Yohanes 4:28-29

Meninggalkan

Kira-kira satu tahun setelah putra kami memperoleh SIM-nya dan mulai membawa dompet, kami mulai menerima beberapa kabar melalui telepon dari orang-orang yang menemukan dompet tersebut di suatu tempat. Kami pun mengingatkan putra kami untuk lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan dompetnya di sembarang tempat.

Terkadang meninggalkan sesuatu, bukanlah hal yang buruk. Dalam Yohanes 4, kita membaca tentang seorang perempuan yang telah datang untuk menimba air dari sumur. Namun setelah bertemu Yesus pada hari itu, tiba-tiba ia mengubah niatnya. Perempuan itu segera meninggalkan tempayannya dan bergegas menceritakan kepada orang-orang tentang apa yang Yesus katakan kepadanya (ay.28-29). Bahkan kebutuhan fisiknya untuk mendapatkan air telah dikesampingkan oleh semangatnya untuk bercerita kepada orang banyak tentang Pribadi yang baru saja ditemuinya.

Petrus dan Andreas juga melakukan hal serupa ketika Yesus memanggil mereka. Mereka berdua segera meninggalkan jala mereka (yang merupakan sumber mata pencaharian mereka) untuk pergi mengikuti Yesus (Mat. 4:18-20). Yakobus dan Yohanes juga meninggalkan jala, perahu, bahkan ayah mereka pada saat Yesus memanggil mereka berdua (ay.21-22).

Kehidupan baru kita dalam mengikuti Yesus Kristus bisa jadi membuat kita harus meninggalkan sejumlah hal, termasuk segala sesuatu yang tidak memberi kita kepuasan abadi. Apa yang sebelumnya sangat kita dambakan kini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan hidup dan “air hidup” yang Yesus tawarkan. —CHK

Selain Kristus, tiada yang bisa memuaskan,
Kini tiada nama lain bagiku;
Segala kasih dan hidup dan sukacita abadi,
Kutemukan dalam Tuhan Yesus saja. —McGranahan

Kristus menunjukkan kasih-Nya dengan mati bagi kita; kita menunjukkan kasih kita dengan hidup bagi Dia.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 41-42, Matius 12:1-23

Photo credit: GuySie / Foter / CC BY-SA

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

2 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!