Mengatasi Pengalih Perhatian

Rabu, 28 Januari 2015

Mengatasi Pengalih Perhatian

Baca: Lukas 10:38-42

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. —Lukas 10:42

Mengatasi Pengalih Perhatian

Setiap hari saya berkendara di jalan raya yang sama dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Dari hari ke hari saya melihat semakin bertambahnya jumlah pengemudi yang teralihkan perhatiannya. Biasanya mereka sedang berbicara di telepon atau mengirim/membaca SMS, tetapi saya juga pernah melihat pengemudi yang membaca koran, merias wajah, dan makan semangkuk sereal sambil berusaha mengemudikan mobil yang melaju dengan kecepatan lebih dari 110 km per jam! Dalam keadaan tertentu, pengalih perhatian itu akan berlalu dengan cepat dan tidak membahayakan. Namun dalam sebuah kendaraan yang sedang melaju, pengalih perhatian bisa mematikan.

Terkadang pengalih perhatian dapat membawa masalah dalam hubungan kita dengan Allah. Bahkan, hal itulah yang menjadi keprihatinan Yesus terhadap sahabat-Nya, Marta. Marta “sibuk sekali dengan pekerjaan rumah tangganya” dalam menyiapkan hidangan (Luk. 10:40 BIS). Ketika Marta mengeluh tentang Maria, saudara perempuannya, yang tidak membantunya (tampaknya karena pengabdian Maria kepada Kristus dan ajaran-Nya), Yesus berkata kepadanya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (ay.41-42).

Meski teralihkan perhatiannya, Marta sebenarnya bertujuan baik. Namun ia kehilangan kesempatan untuk mendengarkan Yesus dan menikmati kehadiran-Nya. Yesus layak mendapatkan pengabdian kita yang tertinggi, dan hanya Dia yang dapat sepenuhnya memampukan kita untuk mengatasi setiap pengalih perhatian dalam hidup ini. —WEC

Tuhan, aku ingin punya hati seperti Maria—yang menyediakan waktu
untuk duduk di kaki-Mu agar belajar dari-Mu dan berada dekat
dengan-Mu. Dan aku ingin punya hati seperti Marta—yang
menyediakan waktu untuk melayani-Mu, satu-satunya yang kukasihi.

Jika ingin merasa sedih, lihat diri sendiri; ingin teralihkan, lihat sekeliling; ingin damai, lihat ke atas.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 19-20, Matius 18:21-35

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. Keyko Halapiry
    Keyko Halapiry says:

    “Jika ingin Damai, lihat ke atas.”
    Trima kasih banyak Tuhan Yesus, karna selalu ada dalam setiap jengkal kehidupan ini 🙂

  2. heri triyono
    heri triyono says:

    Terimakasih untuk renungannya. Mantap. Terkadang saya lupa bersekutu dengan Tuhan, tapi malah sibuk melayani di ibadah
    Terimakasih sudah mengingatkan

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *