Kesalahan Yang Diubah Menjadi Indah

Info

Selasa, 6 Januari 2015

Kesalahan Yang Diubah Menjadi Indah

Baca: Lukas 22:39-51

22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

22:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.

22:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?"

22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"

22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.

22:51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Lalu [Yesus] menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. —Lukas 22:51

Kesalahan Yang Diubah Menjadi Indah

Di awal kariernya, pemain jazz Herbie Hancock diundang untuk bermain dalam kuintet pimpinan Miles Davis, seorang pemusik legendaris. Dalam suatu wawancara, Hancock mengakui bahwa ia memang merasa gugup, tetapi ia juga menikmati pengalaman yang luar biasa karena Davis sangat mendukungnya. Dalam satu penampilan, ketika Davis hampir tiba di bagian puncak solonya, Hancock memainkan paduan nada yang salah. Ia merasa sangat malu, tetapi Davis tidak berhenti, seolah tidak terjadi apa-apa. “Davis memainkan sejumlah nada yang membuat nada saya terdengar benar,” kata Hancock.

Sungguh sebuah teladan kepemimpinan yang indah! Davis tidak memarahi Hancock atau mempermalukannya. Ia tidak menyalahkan Hancock karena telah merusak penampilannya. Ia hanya menyesuaikan permainannya dan mengubah kesalahan yang hampir fatal itu menjadi sesuatu yang indah.

Apa yang dilakukan Davis untuk Hancock, itulah juga yang dilakukan Yesus untuk Petrus. Ketika Petrus memotong telinga salah seorang anggota dari rombongan yang datang untuk menangkap Yesus, Yesus menempelkan kembali telinga itu (Luk. 22:51). Yesus hendak menunjukkan bahwa kerajaan-Nya hadir untuk menyembuhkan, bukan untuk melukai. Berulang kali, Yesus memakai kesalahan murid-murid-Nya guna menunjukkan jalan lain yang lebih baik.

Apa yang Yesus lakukan untuk murid-murid-Nya, itu juga yang dilakukan-Nya untuk kita. Dan apa yang dilakukan-Nya untuk kita, dapat juga kita lakukan untuk orang lain. Daripada membesar-besarkan setiap kesalahan, kita bisa mengubah kesalahan itu menjadi tindakan pengampunan, penyembuhan, dan penebusan yang indah. —JAL

Tuhan, Engkau mengerti bahwa kami begitu mudah melakukan
kesalahan yang bodoh dan egois. Ampuni dan pulihkan kami. Demi
nama-Mu, biarlah Engkau rela memakai bagian-bagian yang
terburuk dari hidup kami untuk membawa kemuliaan bagi-Mu.

Yesus rindu mengubah kesalahan kita menjadi bukti yang luar biasa dari anugerah-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-17, Matius 5:27-48

Photo credit: Gabba Gabba Hey! / Foter / CC BY-NC-SA

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

7 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!