Bapamu Tahu yang Kamu Perlu

Oleh: Novi Kurniadi

bapamu-tahu-yang-kamu-perlu

Baca: Lukas 12:22-34

Sejak bekerja dan tinggal jauh dari keluarga, aku mulai mengalami yang namanya kuatir tentang berbagai kebutuhan hidup. Besok makan apa ya? Harus belanja apa saja ya di pasar? Uang segini cukup nggak ya sampai akhir bulan? Kekuatiran tersebut masih ditambah dengan kenyataan bahwa adikku juga membutuhkan biaya kuliah, sementara Papa sudah tiada dan Mama sudah tidak lagi bekerja. Dengan kata lain, aku adalah satu-satunya orang berpenghasilan tetap dalam keluarga. Memang adikku mengambil pekerjaan paruh waktu, tapi berapa sih penghasilan seorang mahasiswa? Paling banyak hanya cukup untuk mencukupi uang saku selama sebulan.

Tapi pada saat yang sama, aku juga mengalami pemeliharaan Tuhan yang luar biasa. Selama kurang lebih setahun setengah kami menjalani hidup tanpa Papa, dengan penghasilan yang pas-pasan untuk membayar kuliah adik, Bapa kami di surga senantiasa mencukupkan kebutuhan kami sekeluarga. Adakalanya kami gelisah karena uang di rekening bank sudah terkuras habis sementara biaya kuliah adikku belum lunas, dan bahkan sepertinya tak cukup lagi untuk makan kami sehari-hari. Tetapi, TIDAK PERNAH sekalipun Dia membiarkan kami sekeluarga kekurangan.

Beberapa minggu lalu, aku menghitung kembali apa yang kami punya dan menjadi sangat kuatir. Tapi bukan suatu kebetulan kalau pagi itu bahan Saat Teduh yang kubaca diambil dari Lukas 12. Pada ayat yang ke-22 hingga 34, Tuhan Yesus berbicara mengenai hal kekuatiran. Aku sungguh bersyukur karena kembali diingatkan bahwa hidupku dan keluargaku terjamin dalam tangan Sang Pencipta. Tuhan Yesus sendiri dengan jelas berkata agar kita jangan kuatir akan hidup. Burung-burung gagak diberi makan oleh Allah. Bunga bakung didandani lebih cantik daripada kemegahan pakaian Raja Salomo.

Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. (Lukas 12:29-31).

Seringkali sadar atau tidak, kita hidup dengan penuh kekuatiran, seakan-akan Bapa yang di surga tidak tahu apa yang kita perlukan. Lalu segala cara kita tempuh. Bisnis sampingan, bisnis online, bahkan money game. Segala yang memberi iming-iming penghasilan instan menarik minat kita. Entahkah itu caranya etis atau tidak, yang penting menghasilkan uang, kita terabas saja. Kita tak lagi berpikir panjang apakah pekerjaan yang kita lakukan itu menunjukkan kasih kepada Tuhan dan sesama atau tidak. Yang kita pikirkan hanyalah apakah itu menguntungkan kita atau tidak. Benarkah itu yang Tuhan mau kita lakukan?

Tuhan tahu setiap kesulitan dan kekuatiran kita akan hidup, makanan, pakaian, pendidikan, dan lain-lain. Dia bahkan sudah menjamin bahwa kita ada di dalam pemeliharaan-Nya. Betapa kita perlu terus belajar bersandar kepada-Nya. Belajar untuk tidak kuatir. Tidak takut. Pada Lukas 12:32, Tuhan Yesus bahkan berkata bahwa “Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu”. Kalau sebuah Kerajaan saja bisa Dia berikan, bukankah mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari adalah perkara kecil bagi-Nya?

Memasuki tahun yang baru ini, kiranya hati kita boleh senantiasa bersyukur dan penuh damai mengetahui Bapa yang di surga tahu apa yang kita perlukan. Tanpa kuatir dan takut, kita dapat bekerja dengan jujur, menunjukkan kasih dan kemurahan kepada sesama, hidup dengan penuh rasa syukur dan rasa cukup, karena kita tahu inilah cara hidup yang memperkenankan hati Sang Raja yang telah menebus dan menjamin hidup kita.

Bagikan Konten ini
14 replies
  1. nitha
    nitha says:

    Postingan yg mmbri kkuatan, thanks ka novi..
    postingan kk, sangat mnyentuh hati saya, krn saat ini sya sdg mmgalami prgumulan yg mmbuat sy sllu kuatir dan kdg meragukan janji dan penyertaan Bapa di surga..
    Trnyata Dia Bapa yg pengasih,tak pernah sekalipun kita ditinggalkan, saat swm mninggalkan kita, hanya satu pribadi yg ttp setia yaitu Tuhan Yesus Bapa kita 🙂

  2. Fanya Gerrits
    Fanya Gerrits says:

    Terima kasih atas sharingnya. Kiranya penyertaan Tuhan dalam pekerjaan dan aktivitas kita semua menuntun kita menjadi perpanjangan tangan Kerajaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

  3. Eko Hutagaol
    Eko Hutagaol says:

    Terima kasih buat renungannya,

    Renungan ini membuat saya lebih semangat bekerja.

    Tuhan memberkati

  4. Ireine Latuihamallo Tauran
    Ireine Latuihamallo Tauran says:

    Terima kasih Bapa atas kasihMu yang besar..tak terukur tak terhitung semua pemberian Mu atas hidup ku dia mereka dan banyak orang. Ketika aku melihat dan merasakan semua karya anugerah dalam hidup ini Tuhanku ..siapakah aku.. ? Doaku terjawab kebutuhanku tercukupi..selalu baru tiap hari…benar kebenaran Firman Mu…aku dan mereka adalah Milik kepunyaan Mu Tuhan. sebab itu…hidupku, kerja dan karyaku…semuanya…untukNya…thanks mba novi….

  5. Gita H Lubis
    Gita H Lubis says:

    aku mungkin tidak memiliki semua yang aku inginkan..
    tapi pasti aku memiliki semua yang aku butuhkan..
    karna bagiku Engkau terlebih dari segalanya..
    dan Engkaulah yang mencukupkannya..
    terima kasih untuk kasih setia-Mu, Tuhan Allah-ku..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *