Lawan Yang Telah Takluk

Info

Senin, 17 November 2014

Lawan Yang Telah Takluk

Baca: Efesus 6:10-18

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. —1 Petrus 5:8

Lawan Yang Telah Takluk

Singa yang mengaum-aum adalah “sang raja hutan” yang legendaris. Namun singa-singa yang pernah dilihat oleh sebagian besar dari kita hanyalah berupa kucing besar yang lesu dan tinggal di kebun-kebun binatang. Hari-hari mereka dipenuhi dengan waktu istirahat yang sangat banyak, dan mereka menikmati makan malam yang diberikan kepada mereka tanpa perlu menggunakan cakarnya sedikitpun.

Namun di habitat asli mereka, para singa tidak selalu menjalani hidup yang santai. Rasa lapar mendorong mereka untuk pergi berburu, dan dalam perburuan itu mereka mencari mangsa yang muda, lemah, sakit, atau terluka. Sembari meringkuk di balik rerumputan yang tinggi, mereka merangkak maju dengan perlahan. Kemudian, dengan mendadak, singa itu menerkam dan mencengkeramkan cakar-cakarnya ke tubuh si mangsa.

Petrus menggunakan seekor “singa yang mengaum-aum” sebagai suatu metafora untuk Iblis. Iblis adalah pemangsa yang penuh keyakinan diri dan terus mencari mangsa-mangsa yang mudah dilahapnya (1Ptr. 5:8). Dalam menghadapi lawan itu, anak-anak Allah harus senantiasa waspada dengan mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah” sehingga mereka dapat menjadi “kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Ef. 6:10-11).

Kabar baiknya, Iblis adalah lawan yang telah ditaklukkan. Walaupun Iblis adalah musuh yang hebat, tetapi orang-orang yang dilindungi oleh keselamatan, doa, dan firman Allah tidak perlu dilumpuhkan oleh rasa takut terhadap singa yang mengaum-aum itu. Kita “dipelihara dalam kekuatan Allah” (1Ptr. 1:5). Yakobus 4:7 menyakinkan kita: “Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” —CHK

Ya Tuhan, kami tahu si musuh berusaha melahap kami.
Tolong lindungi kami darinya. Kami mempercayai firman-Mu
yang menyatakan bahwa Roh yang ada dalam diri kami jauh
lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.

Tidak ada panah Iblis yang dapat menembus perisai Allah.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

1 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!