Ulasan Buku: It’s OK To Be Not OK

Info

Oleh: Devina Stephanie

kala segalanya tidak oke

Judul : Kala Segalanya Tidak Oke
Penulis : Rico G. Villanueva
Tahun Terbit : 2013
Jumlah Halaman : 228 halaman
Penerbit : Yayasan Komunikasi Bina Kasih

What?! Apa-apaan sih judul buku ini? It’s ok to be not ok?! Wah, jangan-jangan buku ini ngajarin orang buat bergalau ria lagi sepanjang hidupnya. Ckckck”, omelku dalam batin saat melihat buku ini dipajang pada rak toko buku. But, ketika aku membaca cover belakangnya, ungkapan “Don’t judge the book by its cover” menampar hatiku. Alhasil, aku beli juga bukunya, hehehe. Dan, setelah dibaca, ternyata buku ini sangat cocok dengan pergumulanku.

Yang diangkat sebagai judul untuk tiap bab dalam buku ini adalah “emosi negatif” yang mungkin sangat tidak ingin diakui oleh kebanyakan orang Kristen zaman sekarang. Menarik yah? Bukankah kita kerap merasa berdosa dan lemah iman jika kita sedang terpuruk, bersedih, menangis, takut, bergumul, marah, mempertanyakan Tuhan, serta mengalami kegagalan dalam hidup? Sadar ato gak sadar, kebanyakan kita lebih senang mendengar khotbah yang mendorong kita “selalu berkemenangan dalam Tuhan”. Kita lebih suka memujikan lagu-lagu gembira dalam ibadah, seolah-olah hidup kita selalu ceria dan indah. Bahkan, kesaksian yang biasanya dibagikan dalam pertemuan-pertemuan gerejawi pun lebih banyak berkisar pada hal-hal positif, seperti masalah yang terpecahkan dengan baik atau doa yang terjawab.

Buku ini mengingatkanku bahwa kita sangat perlu juga diisi dengan menu makanan rohani yang dapat mempersiapkan kita menghadapi masa-masa sulit. Bayangkan kalau kita hanya berpikir bahwa kehidupan Kristen itu pasti selalu dijaga Tuhan lancar dan berhasil, mungkin kita gak tahu bagaimana harus berespons saat hidup kita diterpa masalah, bencana, dan kehilangan yang bertubi-tubi. Apa yang harus kita lakukan ketika realita kehidupan berbanding terbalik dengan pemahaman teologis kita?

Dengan gaya bahasanya yang sederhana dan gampang dicerna, Pendeta Rico mengajak kita memiliki cara pandang baru dalam menghadapi setiap musim kehidupan, khususnya musim penuh kekalahan yang kerap dipandang tabu. Beliau membawa kita meneliti mazmur-mazmur ratapan, catatan nabi Yeremia serta kitab Ratapan yang ditulisnya, juga tokoh-tokoh Alkitab yang pernah meratap, seperti Ayub, Abraham, Hizkia, dan bahkan Tuhan Yesus sendiri. Melalui semua itu, kita belajar bahwa “it’s ok to be not ok”. Semua emosi negatif itu oke untuk dibawa ke hadapan Tuhan. Pencipta kita tahu segala keterbatasan kita. Yang Tuhan mau ialah hati yang terbuka dan jujur di hadapan-Nya. Tuhan ingin membawa kita lebih dekat dan intim dengan-Nya. Dengan kata lain, jujur di hadapan Tuhan itu jauh lebih baik, berharga, dan bermakna (Mat 11:28).

Eits, bukan hanya itu saja yang bisa kita dapatkan dari buku ini. Setelah membacanya, kita bisa lebih memahami teman-teman yang sedang mengalami pergumulan berat dalam hidup. Aku pribadi merasa dibentuk menjadi seorang sahabat yang gak gampang menghakimi temen kita dengan memberi teologi A-Z. Sebaliknya, aku didorong untuk mau memberi telinga, hati, dan doa kita untuk temen-temenku. Menolong mereka menerima keberadaan emosi atau perasaan negatif tersebut, dan meresponinya sesuai dengan Firman Tuhan.

Pada akhir setiap bab, buku ini juga menyajikan pertanyaan renungan untuk refleksi pribadi, sharing dengan keluarga/sahabat, dan bisa juga jadi bahan diskusi kelompok kecil di gereja. Menurutku, sangat baik jika hal-hal semacam ini bisa dibicarakan dengan leluasa dalam komunitas orang percaya. Jika kita, gereja-Nya, gak belajar hidup dengan kesedihan, kehancuran, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jujur dalam hidup ini, kita juga gak akan pernah belajar bagaimana berespon ketika peristiwa-peristiwa tragis Tuhan izinkan terjadi. Bukan hanya “respon positif” doang yang bisa diterima untuk memuliakan Allah, namun respon yang dianggap cemen-pun bisa dipakai Allah untuk memuliakan Dia, ketika itu keluar dari hati yang mau jujur dan terbuka di hadapan-Nya.

So, jangan lewatkan buku yang satu ini, guys! Selamat membaca dan bertumbuh! =)

 
TENTANG PENULIS :
Rico G. Villanueva mendapat gelar Ph.D bidang Perjanjian Lama dari University of Bristol, Inggris. Disertasinya telah diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul The Uncertainty of a Hearing: A Study of the Sudden Change of Mood in the Lament Psalms.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Pena Kamu, Ulasan Buku

6 Komentar Kamu

  • Selamat pagi, saya berasal dari Malaysia, bagaimana bisa saya dapatkan buku ini? Toko buku dimana saya bisa dapatkan buku ini? Di Jakarta ada ya??
    Jika bisa saya dapatkan jawapan secepat mungkin..
    Terima kasih..

  • Maaf baru dibalas komentarnya. Saya beli di toko buku Gramedia Palembang. Tapi saya pernah searching di toko buku kristen online ada juga yang jual.. dan sepertinya di Jakarta jg pasti ada.. 🙂

  • Bisa beli dimana bukunya?

  • Shallom Tesa. Buku ini bisa dibeli di toko buku gramedia atau toko buku kristiani.. online pun ada..

  • kak devina, toko online yg jual buku ini namanya apa ya kak? saya udh cari di Gramedia Medan tp ngga ada kak. saya pengen banget baca buku ini kak.

  • Dimana saya bisa membeli buku ini.???

Bagikan Komentar Kamu!