Fondasi Yang Benar

Minggu, 19 Oktober 2014

Fondasi Yang Benar

Baca: Matius 7:24-29

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,

7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. —Matius 7:24

Fondasi Yang Benar

“Saya punya kabar buruk untuk Anda,” kata tukang bangunan yang merenovasi sebuah rumah tua yang saya warisi. “Waktu kami berusaha merombak bagian belakang garasi untuk menjadi ruang kantor, kami menemukan bahwa dindingnya nyaris tidak mempunyai fondasi. Kami harus merobohkan dindingnya, menanam fondasi yang benar, dan membangun ulang dindingnya.”

“Haruskah kamu melakukannya?” pinta saya, sambil diam-diam menghitung biaya tambahannya. “Tidak bisakah hanya ditambal saja?” Namun tukang itu tetap pada pendiriannya. “Jika kami tidak menanam fondasi itu pada kedalaman yang seharusnya, pengawas bangunan tidak akan mengizinkannya. Fondasi yang benar itu sangat penting.”

Fondasi yang benar adalah faktor yang membedakan apakah sesuatu akan bertahan lama atau hanya akan berdiri untuk sementara waktu. Yesus mengetahui bahwa meskipun fondasi tidak kelihatan, tetapi hal itu begitu penting untuk menunjang kekuatan dan kekokohan sebuah rumah (Mat. 7:24-25), terutama ketika bangunan itu dilanda bencana alam. Yesus juga mengetahui isi hati para pendengar-Nya. Mereka akan tergoda untuk mengambil jalan yang mudah, mencari jalan-jalan pintas, atau melakukan sesuatu dengan setengah-setengah demi mencapai tujuan mereka.

Fondasi yang lain mungkin saja lebih cepat dan mudah untuk dibangun. Membangun hidup kita di atas fondasi yang benar memang membutuhkan kerja keras, tetapi kebenaran Allah merupakan satu-satunya fondasi yang layak menjadi dasar. Ketika badai kehidupan menerjang, rumah yang dibangun di atas Allah dan ditopang oleh-Nya akan tetap berdiri kokoh. —MS

Ya Bapa, terkadang terjangan badai kehidupan ini begitu kuat dan
mengancam hidup kami. Terima kasih untuk kesetiaan-Mu sebagai
fondasi kebenaran yang dapat kami andalkan. Tolonglah aku untuk
bersandar pada kekuatan-Mu dalam badai hidup yang menerjangku.

Orang yang bijaksana mendirikan rumahnya di atas Allah Sang Gunung Batu yang teguh.

Bagikan Konten ini
6 replies
  1. melvin.tobondo @yahoo.co.id
    melvin.tobondo @yahoo.co.id says:

    Yah Allah Tuhan kami yg berada di dalam kerajaan surga, tolonglah kami umatmu yg berdosa ini untuk setia dan taat atas segala firmanmu yg dapat menjadikan pondasi dalam kehidupan kami sekeluarga daslam menghadapi segala badai dan gelombang permasalahan yg menerjang hidup kami sekeluasrga saat ini, kiranya dengan kasih karunia mu kami dapat bebas terhindar dari segala pencobaan ini. Terima kasih Tuhan Yesus terpujilah namamu bapa disurga, Amin.

  2. eni
    eni says:

    terima kasih Tuhan Engkau telah menjadi fondasi dalam hidupku, terus kuatkan q Tuhan dan q mau selalu berharap hanya kepadaMU.

  3. galih
    galih says:

    PUJI TUHAN , HALELUYA , sungguh besar, kuat, dan selama – lamanya kasih setia TUHAN pada kita semua. Gbu us all. Amen

  4. galih
    galih says:

    fondasi kehidupan kita yang sungguh kuat dan kokoh hanya terdapat di dalam ALLAH sampai selama – lamanya. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *