Budaya Sekali Pakai

Sabtu, 4 Oktober 2014

Budaya Sekali Pakai

Baca: Mazmur 136:1-9, 23-26

136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:8 Matahari untuk menguasai siang; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:9 Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:23 Dia yang mengingat kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:24 Dan membebaskan kita dari pada para lawan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:25 Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

136:26 Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. —Mazmur 136:1

Budaya Sekali Pakai

Di zaman modern ini, kita hidup dalam budaya sekali pakai. Coba pikirkan sejenak tentang sejumlah barang yang kita pakai sekali untuk kemudian kita buang— pisau cukur, botol air, korek api, piring kertas, alat makan plastik. Produk-produk itu kita pakai, buang, kemudian kita ganti dengan yang baru.

Budaya sekali pakai itu juga tecermin dalam hal-hal lain yang lebih besar pengaruhnya. Sering kali orang menganggap komitmen sejati dalam suatu hubungan sebagai hal yang tidak berarti. Banyak pasangan yang berjuang mempertahankan pernikahan mereka. Para pegawai yang telah lama bekerja dirumahkan daripada dibiarkan pensiun karena perusahaan tidak mau mengeluarkan biaya besar. Seorang atlit andalan pindah dan bermain untuk tim lawan. Sepertinya tidak ada lagi hal yang abadi.

Namun tidak dengan Allah kita. Dia yang tidak pernah berubah telah berjanji bahwa kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Dalam Mazmur 136, sang pemazmur memuji janji indah tersebut dengan menyatakan keajaiban, pekerjaan, dan sifat Allah. Ia kemudian menekankan setiap pernyataan tentang Allah dengan frasa, “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” pakah itu tentang keajaiban penciptaan-Nya (ay.4-9), pertolongan bagi umat-Nya (ay.10-22), atau pemeliharaan-Nya yang baik terhadap kepunyaan-Nya (ay.23-26), kita dapat mempercayai Allah karena kasih-Nya tidak pernah gagal. Dalam dunia yang sementara ini, kasih Allah yang kekal memberikan kepada kita harapan. Kita dapat memuji bersama sang pemazmur, “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (ay.1). —WEC

Aku hendak menyanyikan kasih setia abadi,
Yang selamanya teguh dan pasti,
Tentang kesetiaan yang tak pernah padam,
Tegak dan kekal seperti langit. —Psalter

Anugerah Allah tak terukur; kasih-Nya takkan lekang; damai sejahtera-Nya tak terlukiskan.

Facebooktwitterreddit

1 reply
  1. galih
    galih says:

    PUJI TUHAN , HALELUYA , sungguh besar, kuat, dan selama – lamanya kasih setia TUHAN pada kita semua. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *