Setiap Kesukaran

Minggu, 28 September 2014

Setiap Kesukaran

Baca: 2 Korintus 12:7-10

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. —2 Korintus 12:9

Setiap Kesukaran

Seperti kota-kota lainnya, Enterprise di Alabama memiliki sebuah monumen megah. Namun monumen di Enterprise lain daripada yang lain. Patungnya bukan memperingati seorang warga yang terpandang; melainkan hasil karya seekor kumbang. Pada awal 1900-an, hama kumbang mulai melanda dari Meksiko hingga bagian selatan Amerika Serikat. Hanya dalam waktu beberapa tahun, hama itu menghancurkan seluruh panenan kapas yang menjadi sumber penghasilan utama mereka. Dalam keputusasaan, para petani mulai menanam tanaman lain, yaitu kacang. Mereka menyadari selama ini mereka hanya bergantung pada satu jenis tanaman, sehingga mereka merasa berutang pada kumbang yang telah memaksa mereka beralih ke tanaman lain, yang pada akhirnya memberi mereka kemakmuran yang lebih besar.

Hama kumbang itu ibarat hal-hal yang datang ke dalam hidup kita dan menghancurkan hasil kerja keras yang telah kita capai selama ini. Kehancuran itu bisa kita alami dalam segi finansial, emosi, atau fisik—dan itu semua menakutkan kita. Kita merasa sepertinya hidup kita sudah berakhir. Namun seperti yang dialami oleh warga kota Enterprise, hilangnya sesuatu yang sudah usang merupakan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang baru. Allah mungkin menggunakan kesulitan untuk membuat kita meninggalkan suatu kebiasaan buruk atau mengembangkan suatu sikap yang baru. Allah menggunakan duri di dalam daging Paulus untuk mengajarnya tentang kasih karunia (2Kor. 12:7-9).

Daripada berusaha keras mempertahankan kebiasaan lama yang tidak lagi efektif, kita dapat melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan bagi Allah untuk menanamkan sikap baru dalam diri kita. —JAL

Kaum beriman yang dihantam pencobaan,
Meski hatimu letih dan jiwamu didera kesakitan,
Segala kepedihan yang tiada henti melemahkanmu itu
Dapat menjadi saluran berkat yang tak ternilai. —NN.

Allah sering menggunakan pengalaman-pengalaman pahit untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. Melvin Tobondo
    Melvin Tobondo says:

    persoalan hidup kita yang kita alami sebelumnya,adalah merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kita saat ini didalam meng hadapi persoalan hidup yg sedang kita alami saat ini, kita sangat menyadari bahwa segala persoalan hidup yg telah kita lalui itu semuanya telah kita merasakan campur tangan Tuhan Yesus yg bekerja bersama kita dalam menyelesaikan persoalan hidup itu.Kiranya Tuhan Yesus dengan kasih karunia rohol kudusnya dapat bersama saya dan kita sekalian dalam menjalankan hidup ini yang penuh dengan rintangan dan pencobaan yg kita alami. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, Amin.

  2. galih
    galih says:

    PUJI TUHAN , HALELUYA , sungguh besar, kuat, dan selama – lamanya kasih TUHAN pada kita semua. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *