Reuni Terakbar

Sabtu, 27 September 2014

Reuni Terakbar

Baca: 1 Tesalonika 4:13-18

4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.

4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. —1 Tesalonika 4:17

Reuni Terakbar

Saya tidak akan pernah melupakan masa-masa ketika duduk berjaga di sisi tempat tidur ayah saya pada hari-hari terakhirnya bersama kami di dunia. Sampai saat ini, peristiwa kepulangannya tersebut masih terus memberikan pengaruh yang sangat besar bagi saya. Ayah adalah orang yang selalu siap menolong saya. Saya dapat meneleponnya kapan pun saya memerlukan nasihat. Saya menyimpan banyak kenangan indah dari pengalaman kami memancing bersama; kami suka berbincang tentang Allah dan Alkitab, dan saya juga sering meminta Ayah menceritakan hal-hal menarik dari masa mudanya ketika ia hidup di tengah lingkungan peternakan.

Namun saat Ayah menghembuskan napas terakhirnya, saya pun tersadar akan kematian sebagai akhir yang tidak dapat diubah. Ia telah pergi meninggalkan dunia ini. Dan hati saya pun terasa begitu hampa.

Namun demikian, bahkan di tengah-tengah rasa kehilangan dan dukacita yang mendalam, firman Allah memberikan dorongan kekuatan bagi sebuah hati yang hampa. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita bahwa pada saat kedatangan Tuhan Yesus, orang-orang yang telah mendahului kita akan dibangkitkan terlebih dahulu dan kita “akan diangkat bersama-sama dengan mereka . . . . Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1Tes. 4:17). Itulah reuni yang sangat saya nanti-nantikan! Tidak hanya untuk dipertemukan kembali dengan Ayah, tetapi juga hidup bersama Yesus untuk selamanya.

C. S. Lewis berkata, “Orang Kristen takkan pernah mengucapkan selamat tinggal.” Saya tidak sabar menantikan reuni terakbar itu! —JMS

Tuhan, di tengah-tengah kesedihan dan rasa kehilangan kami,
ingatkan kami tentang reuni kekal nan agung yang menanti kami.
Hiburkanlah kami di tengah dukacita dan penuhi hati kami dengan
sukacita sembari kami menantikan hari kedatangan-Mu kembali!

Hai maut, di manakah sengatmu? —1 Korintus 15:55

Bagikan Konten ini
3 replies
  1. Melvin Tobondo
    Melvin Tobondo says:

    Saya brsama istri saya telah kehilangan kedua orang tua kami, saat kami sekeluarga tengah menjalani hidup ini dengan penuh sukacita. terkadang kami sebagai manusia teringat maa-masa indah dari kudua orang tua kami ketika masih besama-sama kami sekeluarga,dan masa itu sebagai kenangan yang masih teringat dipikiran kami berdua disaat-saat kami merenung dalam kehidupan kami sekeluarga, yg rasanya waktu yg kami lalui masa2 indah itu demikian cepat berlalu.Namun saya menjadari dengan membaca renungan santapan harian dipagi hari in, saya kembali diingatkan akan rencana Tuhan Yesus yg akan mempertemukan kembali kami sekeluarga pada saat ia datang kembali kedua kalinya di dunia ini menjemput kita dan membangkitkan orang yg sudah mati mendahului kita dan bersama-sama dengan kita yg masih hidup, di jemputnya bersamanya naik ke surga. untuk itu saya menyadari sebelum ia menjemput kita, marilah saat ini kita mempersiapkan diri kita untuk melepaskan segala dosa-dosa kita manusia denganhidup kudus setiap harinya sesuai firmannya. kiranya Tuhan Yesusdengankuasa rohol kudusnya menguasai hidupku dan menuntunku kejalan yg benar. teerima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa di surga, Amin.

  2. eL Sihotang
    eL Sihotang says:

    Tuhan itu baik,
    tak ada rancangan yang tidak indah yang Dia buat untuk saya dan saudara ekalian..

    I Love U God.
    U’re the reason that i life

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *