Lagi-Lagi Tentang Kasih …

Oleh: Sari Marlia

tentang-kasih

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini” (Markus 12:30-31). Dua ayat yang pastinya tidak asing di telinga kita. Kupasan bagian Firman Tuhan ini kembali aku dengar dalam sebuah Kebaktian Remaja di bulan Juni 2014.

Hari itu aku diingatkan bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipilih dan ditawar (sederhananya, mengasihi Allah dan sesama adalah satu paket komplit). Kita tidak dapat berkata, “Tuhan aku mengasihi-Mu” ketika pada saat yang sama kita sedang membenci orang lain, dendam kepada orang lain, sakit hati, dan kecewa kepada orang lain. Kita pun tidak dapat berkata, “Kawan, aku mengasihimu”, ketika pada saat yang sama kita sedang merasa kecewa karena Tuhan belum menjawab doa-doa kita.

Mengasihi tidak lepas dari melakukan sesuatu. Maksudku, kedua hal tersebut saling berhubungan. Ketika kita mengasihi Allah, kasih itu tentu akan mendorong kita melakukan sesuatu untuk Allah. Demikian pula sering melakukan sesuatu untuk teman yang sedang dalam kesulitan dapat memperdalam kasih kita terhadap teman tersebut. Kita dapat saja melakukan sesuatu tanpa kasih, tapi kita tak dapat mengasihi tanpa melakukan sesuatu.

Mengasihi tidak hanya bicara soal hati. Firman Tuhan dengan jelas meminta kita mengasihi dengan segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita. Kalau kita berkata bahwa kita mengasihi keluarga kita, sewajarnyalah kita berpikir keras (menggunakan akal budi kita sebaik mungkin) bagaimana caranya memelihara keharmonisan dan keutuhan keluarga, bagaimana caranya menafkahi keluarga kita, dan seterusnya. Tidak hanya itu. Kita juga akan menggunakan segenap kekuatan kita untuk mewujudkannya.

Sebagaimana khotbah kebaktian remaja pada umumnya, pembicara hari itu menggunakan bahasa sehari-hari yang sederhana, agar mudah dimengerti para remaja. Tetapi, khotbah yang sederhana itu sungguh menggugahku untuk memeriksa diri sendiri. Sudahkah aku mengasihi Allah dan sesamaku manusia? Apakah aku mengaku mengasihi Allah, tetapi masih menyimpan rasa sakit hati dengan rekan sepelayananku? Apakah aku mengasihi mereka yang pernah atau sedang menyakitiku? Sudahkah aku mengasihi dan memelihara diri sendiri? Sudahkah aku mengupayakan kasih itu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatanku?

Kiranya dapat menjadi perenungan kita bersama. Tuhan Yesus memberkati.

Bagikan Konten Ini
5 replies
  1. Wienato Surya
    Wienato Surya says:

    Sulit.sy menasehati istri supaya mau menyapa, ibu saya walaupun ibu saya sudah menyakitinya. Dia tidak mau, akhirnya malah kami bertengkar. Begitu juga ibu saya, merasa sakit hati atas istri saya. Saya dibilang tidak bela ortu, di sisi lain saya dibilang tidak mengerti perasaan istri. Saya pun jadi jengkel sama istri, begitu juga istri saya jengkel terhadap saya. Bahkan sudah meremehkan saya. Dia mau ortunya dihormati karena menganggap keluarganya jauh lebih baik sifatnya daripada keluarga saya. Saya sudah menasehati pelan pelan, malah saya yang dimarahin. Kadang saya bingung.saya tidak mengerti mau doa apalagi. Sudah merasa sakit hati satu sama lain.

  2. rianata
    rianata says:

    Manusiawi jika kita dendam kita berjuang masih terkadang lewat kedagingan kita roh memang penurut tapi ingat kedagingan kita lah yg seringkali bertopengkan kekudusan namun sebetulnya itu semua hanya proses yg membentuk kita hari demi hari semakin serupa gambaran Allah

  3. Devita
    Devita says:

    Tuhan itu luar biasa menegur kita… hal inu mendorong saya utk tetap belajar sungguh2 akan firmannya… ketika kita sakit hati…minta Allah agar mengirim roh kudus nya utk menolong kita…membuang rasa kesal itu..dan mengubahkan orang yg kita benci… doa mengubah seala sesuatu

  4. Sri Asih
    Sri Asih says:

    Tuhan itu luar biasa Pak Surya…saya jg d tempat Kerja pernah dimusuhin 5 org teman termasuk mantan saya..tetapi setiap Hari saya berdoa agar semua Tuhan pulihkan hatinya…cukup lama proses ny tp Sekarang semua Berteman baik..bahkan mantan saya akan menjadi calon suami saya Sekarang(Amin)..Berdoa lah terus…sekeras apapun Hati kita jika Tuhan berkehendak akan bs menjadi Lembut seperti kapas..Tuhan Yesus Memberkati

  5. Sri Asih
    Sri Asih says:

    Tuhan itu luar biasa Pak Surya…saya jg d tempat Kerja pernah dimusuhin 5 org teman termasuk mantan saya..tetapi setiap Hari saya berdoa agar semua Tuhan pulihkan hatinya…cukup lama proses ny tp Sekarang semua Berteman baik..bahkan mantan saya akan menjadi calon suami saya Sekarang(Amin)..Berdoa lah terus…sekeras apapun Hati kita jika Tuhan berkehendak akan bs menjadi Lembut seperti kapas..Tuhan Yesus Memberkati.Amin

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *