Teladan Yang Menguatkan

Selasa, 12 Agustus 2014

Teladan Yang Menguatkan

Baca: 2 Timotius 2:1-7

2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, . . . Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. —Yohanes 13:14-15

Teladan Yang Menguatkan

Konon kisah ini terjadi pada akhir abad ke-19 saat sekelompok pendeta asal Eropa menghadiri suatu seminar Alkitab yang dibawakan D. L. Moody di Massachusetts, Amerika Serikat. Sebagaimana kebiasaan dalam budaya mereka, para pendeta itu melepas dan meletakkan sepatu mereka di luar ruangan sebelum tidur, dengan harapan sepatu-sepatu itu akan dibersihkan oleh pegawai hotel. Saat melihat sepatu-sepatu itu, Moody memberitahukan pada seseorang tentang perlunya sepatu-sepatu itu dibersihkan sesuai dengan harapan para tamu. Namun tidak ada yang mau melakukannya. Moody pun kemudian mengumpulkan semua sepatu itu dan membersihkannya satu demi satu. Seorang sahabat yang kebetulan mengunjungi kamarnya menceritakan apa yang telah dilakukan Moody. Kabar itu menyebar, dan pada malam-malam selanjutnya, orang-orang pun bergantian membersihkan sepatu mereka.

Gaya kepemimpinan Moody yang rendah hati itu mengilhami orang lain untuk mengikuti teladannya. Rasul Paulus mengingatkan Timotius, “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2Tim. 2:1-2). Saat mengingat bahwa kekuatan kita datang dari kasih karunia Allah, kita pun dapat tetap bersikap rendah hati. Melalui kerendahan hati itu, kita meneruskan kebenaran Allah dengan menjadi teladan yang dapat menguatkan dan mengilhami orang lain untuk mengikuti Tuhan.

Yesus sendiri menjadi teladan penghambaan bagi kita. Dia telah menyerahkan seluruh hidup-Nya untuk kita. —AL

Tuhan Yesus, aku tidak tahu banyak tentang kerendahan hati.
Tunjukkan dan ajarlah aku saat aku melihat teladan-Mu
dalam firman-Mu. Berikanlah aku kasih karunia untuk
rela merendahkan diri dan melayani sesamaku.

Kerendahan hati merupakan buah dari pengenalan kita akan Allah dan akan diri sendiri.

Bagikan Konten ini
4 replies
  1. Zie
    Zie says:

    Aku mau belajar seperti Kristus yg rendah hati sebagai salah satu sikap baik seorng pemimpin. Terpujilah Allah. Amin.

  2. galih
    galih says:

    ya TUHAN, berikan kami kerendahan hati agar kami dapat mengenal Engkau dan membuat diri kami menjadi pribadi yang lebih baik serta menjadi teladan yang mencerminkan kepribadian-Mu yang penuh ketulusan dan kasih setia yang tak terhingga pada semua orang. Gbu us all. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *