Pemerintah Baru — So What?

Oleh: Rio Susanto

indonesiaku

Euforia Pemilu baru saja berlalu. Sebentar lagi kita akan memiliki jajaran pemerintah yang baru. Pernahkah kamu membayangkan apa yang akan terjadi jika sebuah negara tidak memiliki pemerintah? Setiap orang bisa berbuat menurut kehendaknya masing-masing. Tidak ada yang mengatur, tidak ada yang menghukum, tidak ada yang membela hak-hak kita sebagai warga negara. Akankah kita menikmati negara yang semacam itu? Well, kemungkinan besar tidak. Kekacauan bisa terjadi di mana-mana, penjahat bisa beraksi kapan saja, orang bahkan bebas membunuh sesama yang tidak disukainya. Mengerikan! Mungkin seperti kondisi yang digambarkan dalam kitab Hakim-Hakim:

Pada zaman itu tidak ada raja … setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri” (Hakim-Hakim 21:25)

Tanpa pemerintahan, situasi negara mana pun bisa sangat mengerikan mengingat pada dasarnya semua manusia sudah berdosa. Kecenderungan hati kita jahat. Sebab itu kita bersyukur untuk keberadaan pemerintah. Kalau kita bisa pergi ke sekolah atau ke kampus dengan aman, jalan-jalan ke mall tanpa khawatir kena peluru nyasar, naik angkutan umum yang tidak ngebut sembarangan, kita perlu menyadari ada peran pemerintah di dalamnya. Mungkin tak selalu kita merasa pemerintah itu ada hubungannya dengan kehidupan kita pribadi. Namun, faktanya, berbagai aspek kehidupan kita sebagai warga negara itu sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kita.

Alkitab memberitahu kita bahwa semua pemerintahan di dunia ini berasal dari Allah:

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah” (Roma 13:1)

Sebab itulah kita menghormati pemerintah, menaati kebijakan-kebijakan yang mereka tetapkan. Kita mengakui otoritas Allah yang menetapkan pemerintah. Allah memakai pemerintah sebagai alat-Nya untuk menggenapi maksud-maksud-Nya, termasuk menghukum yang bersalah dan menegur yang tidak benar dalam kehidupan kita bermasyarakat.

Kebenaran ini juga menyadarkan kita bahwa pemerintah bukan Allah. Mereka adalah orang-orang berdosa yang membutuhkan anugerah Allah, sama seperti kita. Sungguh, kita perlu mendoakan dan mendukung pemerintah. Kita perlu peduli untuk ikut memperhatikan apakah mereka sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya, atau malah menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas masyarakat. Ketika pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan Firman kita harus lebih taat kepada Allah dan berani menyuarakan kebenaran kepada pemerintah. Pemerintahan tak akan efektif tanpa kerja sama yang baik dengan masyarakatnya.

So guys, entah kemarin kamu memilih nomor satu atau nomor dua, mari kita membulatkan hati untuk mendukung pemerintahan yang baru! Bukan kebetulan kita ditempatkan Tuhan sebagai kaum muda Kristen di negara ini. Partisipasi aktif kita, sekecil apa pun kelihatannya, memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah menjalankan tugasnya. Ketika bangsa Israel harus menetap di Babel sebagai kaum buangan pun, Allah berfirman, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yeremia 29:7). Mereka diminta untuk berpartisipasi aktif di tengah negeri, tidak hanya hidup untuk diri sendiri.

Mungkin dukungan kita kepada pemerintah dapat dimulai dari jajaran paling bawah, RT/RW dan Kelurahan tempat kita tinggal. Kenali apa saja kebijakan yang ada, bantu mereka mensosialisasikannya kepada seluruh warga yang ada. Sumbangkan ide-ide segarmu dalam forum-forum pertemuan warga. Jadilah teladan dalam menaati aturan-aturan pemerintah yang diberlakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan kita bersama. Kamu yang eksis banget di sosmed juga bisa banyak berperan membentuk kesadaran generasi ini untuk mau peduli dan bersatu memajukan bangsa bersama-sama dengan pemerintah, melalui posting-posting kreatifmu. Jika kamu punya kesempatan yang lebih besar untuk mendukung jajaran pemerintah yang lebih tinggi, lakukanlah itu dengan segenap hati. Bawalah pemerintah kita dalam doa, mohon Allah yang telah memilih mereka, juga memampukan mereka untuk mengemban tanggung jawab dengan baik. Ingatlah, kesejahteraan negeri ini adalah kesejahteraan kita juga! =)

Bagikan Konten Ini
2 replies
  1. Melvin Tobondo
    Melvin Tobondo says:

    siapapun presiden kita yang terpilih nanti kita akan patuhi, sebab pemerintah yg baru adalah pemberian dari ALLAH, dan kita harus mendukung dan mendoakan agar pemerintah yg baru nanti dapat mensejahterakan rakyatnya. Terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu, Bapa di surga, Amin.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *