Kota Perlindungan

Jumat, 1 Agustus 2014

Komik-Strip-WarungSateKamu-20140801-Melindungi-Hati

Baca: Mazmur 59:11-18

59:11 Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.

59:12 Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa, halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu, dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami!

59:13 Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya, biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya. Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,

59:14 habisilah mereka dalam geram, habisilah, sehingga mereka tidak ada lagi, supaya mereka sadar bahwa Allah memerintah di antara keturunan Yakub, sampai ke ujung bumi. Sela

59:15 Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.

59:16 Mereka mengembara mencari makan; apabila mereka tidak kenyang, maka mereka mengaum.

59:17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.

59:18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.

Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. —Mazmur 59:17

Kota Perlindungan

Saat memasuki sebuah kota di Australia, kami disambut oleh suatu papan yang bertuliskan “Kami menyambut siapa saja yang mencari perlindungan dan suaka.” Sambutan itu terlihat selaras dengan konsep kota perlindungan dalam Perjanjian Lama. Pada masa itu, kota-kota perlindungan (Bil. 35:6) didirikan untuk menjadi tempat pelarian yang aman bagi orang-orang yang telah membunuh seseorang secara tidak sengaja dan membutuhkan perlindungan. Allah memerintahkan bangsa Israel membangun kota-kota tersebut untuk memberikan perlindungan seperti itu.

Namun konsep tersebut bukan dimaksudkan untuk sekadar menjadi suatu praktek yang dilakukan oleh bangsa Israel kuno. Lebih dari itu, kota-kota perlindungan tersebut mencerminkan isi hati Allah bagi semua orang. Allah sendiri rindu menjadi tempat pelarian yang aman dan kota perlindungan bagi kita di tengah pahitnya kegagalan, sakit hati, dan kehilangan yang kita alami dalam hidup ini. Kita dapat membacanya dalam Mazmur 59:17-18, “Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.”

Dari generasi ke generasi, bagi setiap orang yang terluka hatinya, “kota perlindungan” kita bukanlah sebuah tempat. Kota perlindungan kita adalah satu Pribadi, yaitu Allah yang mengasihi kita dengan kasih abadi. Kiranya kita memperoleh perlindungan dan ketenangan di dalam Dia. —WEC

Sering kali dalam konflik, saat musuh menekanku,
Aku datang kepada Pelindungku, dan melepaskan sesakku;
Sering kali ketika cobaan seperti ombak bergulung
Aku bernaung di dalam-Mu, Engkau Kekuatan jiwaku. —Cushing

Perlindungan dapat kita temukan dalam Allah, Gunung Batu yang Kekal.

Bagikan Konten ini
2 replies
  1. galih
    galih says:

    satu perlindungan yang tidak akan pernah goyah oleh kekuatan apa pun serta damai sejahtera selalu menyelubungi yaitu ALLAH yang kekal dan selalu melindungi kita semua. Gbu us all. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *