Ikatan Bersama

Minggu, 3 Agustus 2014

Ikatan Bersama

Baca: Efesus 2:11-18

2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",

2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. —Galatia 3:28

Ikatan Bersama

Saat membutuhkan seorang tukang kunci untuk membuka mobil saya, saya mendapatkan sebuah kejutan yang menyenangkan. Setelah si tukang datang dan mulai membuka pintu mobil Ford mungil milik saya, kami mulai berbincang-bincang dan saya mengenali logatnya yang khas dan tidak asing di telinga saya.

Ternyata orang yang telah menolong saya itu berasal dari Jamaika—sebuah negeri yang sering saya kunjungi dan saya cintai. Hal itu mengubah sebuah peristiwa yang negatif menjadi pengalaman yang positif. Kami dapat menikmati kebersamaan tersebut sedikit banyak karena kecintaan kami yang sama terhadap negeri pulau yang indah itu.

Peristiwa tersebut mengingatkan saya akan suatu kebersamaan yang lebih indah, yaitu sukacita yang dialami saat berkenalan dengan seseorang dan mendapati bahwa ia juga beriman kepada Kristus.

Peristiwa itu mungkin umum terjadi di tempat-tempat dengan jumlah orang Kristen yang cukup banyak. Namun di wilayah-wilayah tertentu di mana orang percaya tidak begitu banyak, bertemu dengan seseorang yang juga mengasihi Yesus tentu membawa sukacita yang lebih besar. Alangkah indahnya mengalami bersama suatu kenyataan yang luar biasa bahwa kita telah dimerdekakan dari dosa oleh Kristus!

Semua orang yang mengenal Yesus masuk dalam suatu ikatan bersama, suatu kesatuan dalam Kristus (Gal. 3:28), suatu persekutuan penuh sukacita yang dapat menerangi masa-masa hidup kita yang paling gelap sekalipun. Syukur kepada Allah karena Dia telah mengumpulkan semua orang yang mengenal-Nya sebagai Juruselamat dalam satu ikatan yang indah. —JDB

Betapa ajaibnya, Tuhan, karena Engkau dapat mengumpulkan
orang-orang dari segala suku, bahasa, dan bangsa
untuk bersatu dalam Kristus—untuk saling berbagi
dalam ikatan cinta dan kasih kepada Yesus.

Persekutuan iman membangun dan menyatukan kita.

Bagikan Konten Ini
5 replies
  1. Zie
    Zie says:

    Terimakasih ya Yesus karena sudah mempersatukan kami sebagai orang yang percaya dalam kasih -Mu. Amin.

  2. galih
    galih says:

    saat perbedaan tidak dapat menyatukan kita, namun kasih ALLAH dapat membuat berbagai macam perbedaan itu menjadi suatu ikatan penuh sukacita dalam hal kebersamaan, berbagi, saling tolong menolong, keadilan, kebaikan, dan sikap – sikap yang lain yang mengandung kasih selalu. Gbu us all. Amien

  3. galih
    galih says:

    bersama kasih, kita dapat menyatukan berbagai macam jenis perbedaan yang terkadang sulit untuk kita satukan. Gbu us all. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *