Fondasi Kita

Rabu, 20 Agustus 2014

Fondasi Kita

Baca: 1 Korintus 3:1-11

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.

3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. —1 Korintus 3:11

Fondasi Kita

Kota Nordlingen di wilayah Bavaria, Jerman, adalah sebuah kota yang unik. Kota itu terletak di tengah-tengah Kawah Ries, suatu tanah depresi berukuran bulat dan besar yang terbentuk akibat peristiwa jatuhnya sebongkah meteor yang besar pada masa lampau. Tekanan yang teramat besar dari kejatuhan itu menghasilkan sejenis bebatuan kristal yang sangat unik dan juga jutaan berlian yang berukuran sangat kecil. Pada abad ke-13, bebatuan yang belang-belang itu digunakan untuk membangun Gereja St. George. Pengunjung dapat melihat keindahan lapisan kristal pada dasar dan dinding-dinding gereja tersebut. Ada yang mengatakan bahwa dasar gereja itu bagaikan fondasi yang datang dari surga.

Alkitab berbicara tentang suatu fondasi surgawi yang lain. Dari surga, Tuhan Yesus datang ke dalam dunia kita (Yoh. 3:13). Ketika Yesus kembali ke surga setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Dia meninggalkan pengikut-pengikut- Nya yang menjadi “bait dari Allah yang hidup”, dengan Kristus sebagai dasarnya. Rasul Paulus mengatakan, “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1Kor. 3:11).

Gedung gereja di Bavaria itu dibangun di atas suatu fondasi berupa bebatuan yang turun dari langit jasmaniah. Namun gereja rohaniah—seluruh orang percaya dalam Kristus—dibangun di atas fondasi surgawi yang sejati, yaitu Yesus Kristus (Yes. 28:16, 1Kor. 10:3-4). Terpujilah Allah karena oleh karya Yesus Kristus, keselamatan kita pun terjamin. —HDF

Dalam Kristus, keselamatan terjamin;
Gunung Batu yang Kekal akan bertahan;
Tiada iman yang dapat tumbang
Jika bersandar pada “Batu yang Hidup.” —NN.

Kristus, Sang Gunung Batu, adalah pengharapan kita yang pasti.

Bagikan Konten Ini
6 replies
  1. Zie
    Zie says:

    Kristus adalah dasar iman yg kuat dan dengan hidup bersama-Mu maka tak ada kekuatan manapun didunia yg dpt melawan-Mu. Terpujilah Tuhan. Amin..

  2. Van
    Van says:

    banyak penulis kitab dalam alkitab mengumpamakan Tuhan Yesus dengan berbagai hal yang menunjukkan kebesaran kuasaNya, betapa mengagumkan – Praise The Lord
    kali ini menyebutkan Tuhan Yesus sebagai “Gunung Batu” (tinggi dan kokoh)

  3. Van
    Van says:

    “Gunung Batu” yang tinggi dan kokoh menunjukkan bahwa selalu memberikan kepastian tentang pengharapan yang tidak pernah berakhir

  4. galih
    galih says:

    Gunung batu yang teguh dan tidak terguncang oleh apa pun serta tempat perlindungan paling aman dan terjamin adalah TUHAN YESUS KRISTUS selamanya. Gbu us all. Amien

  5. galih
    galih says:

    satu fondasi kita dalam membangun kehidupan roh dan jiwa kita serta menjadi jaminan akan keselamatan yang telah diberikan pada kita semua yaitu TUHAN YESUS KRISTUS sampai selama – lamanya. Gbu us all. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *