Tak Ada yang Bisa Hidup Tanpa Allah!

Info

Seri Kesaksian Atlet

Isaac Diaz

Sepakbola telah menjadi bagian dari hidup Isaac Diaz, sejak ia masih bayi dengan sebuah bola sepak di atas ranjangnya hingga pengalamannya bermain sebagai pemain profesional di tengah stadion yang gegap gempita. Ia mencapai banyak kesuksesan meskipun ia berasal dari suatu kota kecil.

“Ketika aku lahir, di ranjang bayiku ada sebuah bola sepak… dan aku bermain sepakbola terus sejak saat itu,” kata Diaz. “Kota kelahiranku, Fresia, adalah kota kecil, tetapi ada sebuah akademi sepakbola bagi kaum muda di sana. Selain bermain di tingkat lokal, ayahku membawaku ke berbagai pelosok negeri untuk membuatku menikmati pengalaman dari beragam turnamen dan kompetisi lainnya. Aku sangat beruntung bisa naik ke tingkat profesional dan bermain di tengah stadion-stadion yang penuh dengan penonton. Sungguh luar biasa rasanya.” Diaz bermain bagi klub divisi satu Universidad de Chile dan dua kali berhasil membawa timnya masuk dalam Copa Libertadores.

Namun suatu pengalaman tragedi menimpanya, dan dengan kematian saudara laki-lakinya, iman yang sangat berarti dan dihayati oleh orangtuanya tidak lagi menjadi bagian penting dari hidup Diaz. Setelah beberapa waktu lamanya ia merenungi pengalaman itu, dan setelah Allah menyatakan diri-Nya kepada Diaz, ia pun kembali meyakini imannya dan menyerahkan hidupnya bagi Kristus.

“Keluargaku selalu beribadah di gereja, tetapi jujur saja, aku ikut dengan mereka karena aku diharuskan oleh orangtuaku,” kata Diaz. “Aku masih ingat betul ketika kami duduk di bangku gereja. Dengan kematian kakakku, akhirnya aku menyadari siapa Allah bagiku—dan apa artinya Dia di dalam hidupku. Aku percaya 100 persen tidak ada orang yang dapat hidup tanpa Allah!”

Sekalipun iman Diaz menolongnya untuk bertahan dari hari ke hari, ia memahami bahwa ia tidaklah kebal terhadap kesulitan hidup. Imannya tidak mencegah kejadian buruk terjadi dalam hidupnya, tetapi iman itu sanggup menolongnya mengatasi masa-masa sulit yang akan terjadi sewaktu-waktu.

“Aku telah menyadari bahwa Allah sering melakukan hal-hal yang mustahil. Aku hanya perlu percaya kepada-Nya dan pada firman-Nya,” kata Diaz.

Diaz kemudian membagikan salah satu pelajaran berharga yang ia dapatkan dari firman Tuhan: “Raja Salomo adalah orang yang sangat bijaksana. Ketika ia menjadi raja di usia muda, Tuhan menampakkan diri kepada-Nya dan berkata, ‘Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu’ (1 Raja-Raja 3:5). Dari semua hal yang dapat dikehendaki oleh Salomo, ia meminta ‘hati yang faham menimbang perkara’. Ia tahu bahwa mengandalkan Allah untuk menuntun langkahnya adalah kunci dari hidup yang berhasil. Dari Amsal 3:5-6, Salomo menuliskan pengalaman pribadinya, ‘Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.’ Kiranya engkau juga akan percaya kepada Allah dan mengenal Dia dengan sepenuh hatimu.”

Sumber: Sports Spectrum

 

🙂 Untuk direnungkan

1. Mana yang selama ini lebih membuatmu makin bergantung pada Allah: hidup yang lancar atau pengalaman hidup yang sulit?

2. Menurutmu, mungkinkah ada orang yang bisa hidup tanpa Allah? Mengapa?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 06 / 07 - Juni-Juli 2014: Taktik Jitu, Renungan Khusus

6 Komentar Kamu

  • saat kita merasakan ALLAH hadir di tengah – tengah kita ada banyak kedamaian yang sejati di benak kita semua. Gbu us all. Amien

  • Tuhan itu selalu ada bagi kita….semua yang kita lakukan kalau menurut pengertian kita sendiri sehingga Allah terasa jauh…tetapi bila kita melibatkan Tuhan dalam setiap kehidupan dan segala rencana hidup kita….Tuhan selalu dan tetap ada dan pasti berperkara buat kita.

  • Bila kita dengan segenap hati bersandar kepada Firman Tuhan, maka Firman itu sendiri yaitu Allah yang selalu memberikan kita apa yang kita butuh dan perlukan, sebap Tuhanlah yang lebih tahu seperti apa keadaan kita hari-hari ini, apa yang kita perlu dan bahkan akan menjadi seperti apa kita nantinya. Oleh Sebap itu, Firman Tuhan berkata bahwa seluruh kehidupan manusia sudah tertulis di telapak tangan-Nya. Dan percayalah kepada Tuhan Yesus, bahwa orang yang selalu mengandalkan Dia, maka Tuhanlah yang akan selalu bertindak dalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan, Pencuri datang untuk mencuri dan membinasakan tetapi Aku kata Tuhan Yesus, datang untuk memberikan hidup, yaitu hidup dalam kelimpahan dalam segala hal. Amen.

  • itu sangat benar karena pada saat kita merasa sedih satu-satunya tempat kita berlindung hanya pada ALLAH

  • Hidup dengan lancar adalah impian setiap orang, akan tetapi belum tentu membuat orang berpikir tentang Tuhan di balik semua itu, tentang kasih karunia Tuhan yang memungkinkan ia menerima hidup yang seperti itu.

    Hidup dengan pengalaman yang sulit akan membuat seseorang akan menjadi lebih kuat, ia akan mampu memeriksa diri melalui tiap kesulitan itu, dan yang paling terpenting adalah orang tersebut akan lebih dekat dengan Tuhan, minimal ia tentu akan meminta agar pengalamannya yang sulit tersebut diringankan, dan pasti ia akan meminta itu di setiap waktu.

    Yang terpenting, janganlah kita dekat pada Tuhan di saat kita sedang terpuruk saja, melainkan di setiap waktu, di setiap suka dan duka kita.

    Saya juga mempunyai pengalaman-pengalaman yang sulit. 1 Tesalonika 5:16 membantu saya untuk tidak bersedih. Seseorang yang saya sayangi mengingatkan saya akan nats tersebut, tentulah ini karena Kasih Karunia Tuhan juga. Tuhan selalu mencukupkan apa yang saya butuhkan, bahkan ketika saya tidak menyadarinya.

    Semoga kita semua bertumbuh makin baik dan makin bergantung pada Kasih Karunia Tuhan. Amin

    Terima kasih. GBU

  • D sbb ole pnglmn y sukar la mebuat sy lebih dekat dgn Tuhan,,tp itu semua suda berubah sejak sy mula kenal Tuhan sy sntsa dekat Tuhan smada susah ataupn senang..

    Jan biarkn diri kita d kuasai dunia tp hiduplh dlm Roh kudus
    YESUS.MEMBERKATI

Bagikan Komentar Kamu!