Sharing Lagu: Dengan Seg’nap Hatiku

Info

Oleh : Juni Liem

Lagu pembuka di salah satu ibadah doa malam yang aku ikuti beberapa waktu yang lalu berjudul With All My Heart, ciptaan Babbie Y.Mason. Sebenarnya ini bukan lagu asing buatku, aku pernah mempelajarinya ketika mengikuti paduan suara beberapa tahun yang lalu. Tapi saat belajar, aku lebih berfokus pada not-not yang ada di kertas partitur daripada memperhatikan liriknya.

Malam itu, ketika singers mulai menyanyikannya, entah kenapa aku mulai memperhatikan kalimat demi kalimat yang dinyanyikan.

In this quiet place with You
I bow before Your throne
I bare the deepest part of me
To You and You alone

terjemahan:
Teduh di sini bersama-Mu
sujud depan takhta-Mu
kucurahkan isi hati
hanya kepada-Mu

Bagian ini tidak terlalu sulit untuk dinyanyikan. Berdiam diri di hadapan Tuhan bukan sesuatu yang asing buatku, menceritakan apa yang menjadi isi hatiku terdalam kepada Tuhan.

I keep no secrets for there is
No thought You have not known
I bring my best and all the rest
To You and lay them down

terjemahan:
Tak ada yang kusembunyikan
Kau kenal pikiranku
yang terbaik, dan s’mua yang kupunya
kus’rahkan di mezbah-Mu

Ya, aku tak bisa menyimpan rahasia apapun dari Tuhan. Karena Tuhan jelas tahu hidupku, bagian terdalam dari hatiku. Aku bawa yang terbaik dan seluruh hidupku kepada Tuhan dan meletakkannya di mezbah Tuhan.

With all my heart I want to love You Lord
And live my life each day to know You more
All that is in me is Yours completely
I'll serve You only with all my heart

terjemahan:
D’ngan s’g’nap hati ku mau cinta-Mu, Tuhan
setiap hari makin mengenal-Mu
Hidupku sep’nuhnya hanya milik-Mu
Ku ‘kan m’layani-Mu s’g’nap hatiku

Sampai pada bagian refrain ini, aku mulai kesulitan untuk ikut bernyanyi. Pertanyaan demi pertanyaan menghujani pikiranku: Benarkah aku mau mengasihi Tuhan dengan SEGENAP hati, dan menghidupi hidupku SETIAP HARI untuk LEBIH MENGENAL Tuhan? Benarkah aku mau menyerahkan apa yang aku miliki sambil berkata kalau SEMUA yang ada di dalam diriku SEPENUHNYA milik-Mu, Tuhan? Akankah aku melayani-Mu dengan SEGENAP hati?

You faithfully supply my needs
According to Your plan
So help me Lord to seek Your face
Before I seek Your hand

terjemahan:
Engkau p’lihara hidupku
sesuai rencana-Mu
Tolong ku ‘tuk merindu-Mu
lebih dari berkat-Mu

Bagian ini membawaku untuk memohon agar Tuhan menolongku untuk dapat terus mengimani betapa Dia terus menerus menyediakan apa yang aku perlukan sesuai dengan rencana-Nya. Juga agar aku dapat belajar mencari Tuhan terlebih dahulu sebelum mencari "tangan"-Nya.

And trust, You know what's best for me
When I don't understand
Then follow in obedience
In every circumstance

terjemahan:
Percaya Kau tahu yang terbaik
saat ku tak mengerti
tolong ku menaati-Mu
dalam setiap jalanku

Bait terakhir ini menjadi pengakuan imanku, sekaligus doa pengharapanku:
Ya, aku percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk aku. Ketika aku tidak mengerti apa rencana-Mu, tolong aku untuk tetap taat dalam segala keadaan.

Makin aku mencoba memahami arti dari setiap kata dalam lirik lagu ini, jujur saja makin aku tak berani menyanyikannya. Bukankah setiap lagu merupakan doa kita juga? Pernahkah membayangkan apa yang Tuhan rasakan ketika melihat kita menyanyi dengan mulut kita, tetapi tidak dengan hati kita?

Kesadaran ini membawa aku kini bernyanyi sambil berkata dalam hati,"Tuhan, tolong aku supaya aku dapat melakukan apa yang aku ucapkan dalam pujian ini. Tolong aku mengasihi-Mu lebih daripada apapun."

Semoga lirik lagu ini dapat menjadi berkat juga bagimu. Aku sungguh berharap, ketika kamu menyanyikan lagu ini, kamu akan menyanyikannya dengan hati. Ini merupakan lagu yang menyatakan janji kita kepada Tuhan. Marilah kita belajar untuk mengasihi Dia dengan segenap hati.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Opini, Ruang Seni Kamu, Seni

6 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!