Mencari Zakheus

Jumat, 25 Juli 2014

Mencari Zakheus

Baca: Lukas 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini. —Lukas 19:9

Mencari Zakheus

Alf Clark menyusuri jalanan kota untuk mencari Zakheus. Tentunya bukan tokoh Zakheus yang tertulis dalam Alkitab—karena Yesus telah menemukannya. Alf dan beberapa teman yang terlibat dalam sebuah lembaga pelayanan perkotaan hendak melakukan seperti yang telah dilakukan Yesus di Lukas 19. Mereka sengaja menyusuri jalan demi jalan di kotanya untuk menemui dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Alf berjalan dari rumah ke rumah yang ada di lingkungannya, mengetuk pintu demi pintu, dan berkata kepada siapa pun yang mengintip di balik pintu, “Hai, nama saya Alf. Adakah kebutuhanmu yang bisa saya doakan?” Itulah cara Alf untuk memulai percakapan—seperti yang Yesus lakukan kepada Zakheus si pemungut cukai—dan dalam kerinduannya untuk memberikan perhatian, nasihat rohani, dan pengharapan bagi mereka yang membutuhkannya.

Perhatikanlah apa yang Yesus lakukan. Lukas hanya mengatakan bahwa Yesus “berjalan terus melintasi” kota Yerikho (Luk. 19:1). Tentu saja di sana ada sekerumunan orang, seperti yang biasanya terjadi ketika Yesus datang ke suatu kota. Zakheus, yang “badannya pendek”, memanjat sebatang pohon ara. Lalu Yesus, ketika sedang melintas, berjalan persis ke bawah pohon itu dan mengatakan kepada Zakheus bahwa Dia hendak berkunjung ke rumahnya. Pada hari itu, keselamatan terjadi di dalam rumah Zakheus. Yesus telah “datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (ay.10).

Apakah kita mencari Zakheus? Ia ada di mana-mana dan sangat membutuhkan Yesus. Dengan cara bagaimana kita dapat membagikan kasih Kristus kepada mereka yang memerlukan Juruselamat? —JDB

Ya Allah, tuntunlah langkah kami untuk mendekat dan
bukannya menjauh dari orang-orang yang membutuhkan-Mu.
Kemudian tuntunlah perkataan dan perbuatan kami sehingga
kami berani menyampaikan kebenaran kepada orang lain.

Kabar baik dari Allah itu terlalu indah untuk disimpan bagi diri sendiri.

Bagikan Konten ini
6 replies
  1. Zie
    Zie says:

    Mari kita mulai membagikan Kasih Kristus kepada setiap orang yang memerlukan Juruselamat. Amin.

  2. dss
    dss says:

    Tuhan, mampukan lah aku dan berikan lah kerinduan kepadaku untuk tidak menghindari orang yg membutuhkanmu, tidak putus asa utk memberitakan tentangMu, senantiasa Roh KudusMu lah yang pimpin aku utk berani menyampaikan tentangMu… terlebih melalui perbuatanku. Terima kasih Tuhan utk firmanMu hari ini yang menegur dan mengingatkanku

  3. galih
    galih says:

    menyampaikan kabar sukacita dari TUHAN dengan melalui perbuatan kita sehari – hari yang mencerminkan kebaikan TUHAN lebih mudah daripada menyampaikannya melalui lisan atau perkataan. Gbu us all. Amien

  4. galih
    galih says:

    TUHAN ampunilah saya, apabila saya sering kurang dalam menyampaikan kabar sukacita dari-Mu pada orang lain, mampukan saya untuk dapat menyampaikan kabar sukacita-Mu pada orang lain melalui perbuatan sehari -hari saya yang mencerminkan kebaikan-Mu dan dapat melihat kebaikan-Mu serta memuliakan-Mu di kehidupan mereka selalu. Gbu us all. Amien

Trackbacks & Pingbacks

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *