Sharing: Yang Terpenting dalam Hidup Ini …

hal-terpenting

Hari masih sangat pagi. Ami sebenarnya masih agak mengantuk. Tapi ini adalah hari pertamanya memulai kembali komitmen bersaat teduh seperti yang sudah disepakatinya bersama rekan-rekan satu komsel. Setelah cuci muka, gosok gigi, dan menggerak-gerakkan badan sebentar, Ami meraih Alkitab dan buku catatannya ke teras.

Jam enam kurang limabelas. Ami melirik jam tangannya begitu selesai bersaat teduh. Ia tersenyum puas. Senang sekali rasanya bisa memulai hari dengan tidak terburu-buru. Anyway, ini baru hari pertama. Berapa lama ya ia bisa mendisiplin diri seperti ini? Tuhan, tolong jaga komitmenku. Ami bangkit dan menarik napas dalam-dalam. Segarnya udara pagi mengisi paru-parunya. Tiba-tiba terdengar suara pintu pagar depan dibuka. Sesosok tubuh tegap bermandi keringat melangkah masuk. Ternyata Ami bukan orang yang bangun paling pagi hari ini.

“Wuihh, rajin banget kak Beni! Dari mana kak?”

“Biasa, dari lari pagi,” sang kakak menjawab sambil menutup pagar.

“Biasa? Emangnya kak Beni lari pagi tiap hari?” mata Ami membulat.

“Iya dong. Emang kayak kamu, bangunnya siang terus?” sang kakak tertawa geli.

“Wow, Ami baru tau kak Beni serajin itu… kok bisa sih? Ami harus belajar banyak nih!” seru Ami tak bisa menahan kekagumannya.

Well, ya harus melatih diri sampai bisa. Kalau kamu mau meraih hal-hal yang penting dalam hidup ini, kamu harus mau bayar harga,” ujar Beni sambil meraih botol minum.

“Gitu ya. Emangnya menurut kakak, apa hal terpenting yang harus dikejar dalam hidup?”

Beni tersenyum sambil meneguk air minumnya.

“Ya kesehatan. Makanya kakak olahraga teratur,” jawabnya setelah botol itu kosong.

“Selain itu, tentu saja juara pertama dalam lomba lari maraton antar provinsi bulan depan! Biar kakak bisa dapat uang untuk beli motor!” lanjut Beni sambil tertawa.

“Wow!!” Ami lagi-lagi berseru mengagumi tekad sang kakak. Menatap sosok Beni yang berjalan masuk rumah, ayat Alkitab yang tadi dibaca melintas di pikirannya.

Tetapi engkau hai manusia Allah … kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.
(1 Timotius 6:11-12)

“Hmmm, mengapa ya kita disuruh mengejar hal-hal itu? Ada gak ya ayat yang bilang kejarlah kesehatan, prestasi, nama baik, dan uang yang banyak di dunia ini? Wah banyak nih yang bisa dibahas dalam komsel besok, hehe…” Ami meraih buku catatannya dan menulis pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya. Setelah itu ia pun melangkah masuk rumah dengan penuh semangat. Tak sabar menanti waktu pertemuan komsel esok hari. Tuhan, ajar aku mengerti apa yang menurut-Mu paling penting untuk kulakukan dalam hidupku ini.

 
Ngomong-ngomong, menurutmu, apa sih hal terpenting yang harus dikejar dalam hidup? Seberapa bersemangat kamu mengejarnya selama ini?

Bagikan Konten Ini
13 replies
  1. eNPi
    eNPi says:

    Yang terpenting dalam hidup saya yang selalu saya kejar dan tak akan saya lepaskan adalah Keselamatan dan hadiah utama yaitu hidup kekal serta menyenangkan hati Tuhan.

  2. Maureen Rumainum
    Maureen Rumainum says:

    bagiku yang paling terpenting adalah rindu untuk membaca dan melakukan Firman Tuhan ,soalnya bagi pribadiku sendiri itu masih sulit untuk dilakukan.

  3. Risani
    Risani says:

    ya aku rasa terpenting dalam hidupku bahagia bersama org” yg kita sayangin menurut kehendak nya, dan nomor 1 hidup kita nya menjadi berkat bagi org lain 😀

  4. Sari
    Sari says:

    Bagi saya, hal yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. Mengerjakan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan. Melayani Tuhan baik di dalam komunitas dan di luar.
    Dan tidak lupa untuk terus membaca FirmanNya walaupun kadang kita sebagai manusia suka lalai / malas.

  5. Fernandes
    Fernandes says:

    Yang terpenting dalam hidup ini adalah terus menjadi bukan orang yang terpenting.

    Terus mementingkan kepentingan Dia di atas kepentingan-kepentingan yang lain.

  6. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    berubah, bertumbuh, berbuah …menuju sama seperti Yesus,,,
    mengasihi Allah dan sesama manusia

  7. otto
    otto says:

    yang terpenting yaitu kita selalu memuliakan nama Tuhan Yesus agar kita selalu hidup dalam kasih dan damai sejahtera maka kita semua akan diberikan hidup yang sehat 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *