Pejalan Kaki Tercepat Dunia

Info

Sabtu, 21 Juni 2014

Pejalan Kaki Tercepat Dunia

Baca: Lukas 10:38-42

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. —Lukas 10:39

Pejalan Kaki Tercepat Dunia

Menurut sebuah penelitian yang mengukur laju kehidupan dari berbagai kota di 32 negara, orang yang hidupnya paling tergesa-gesa adalah yang tinggal di Singapura. Warga Singapura menempuh jarak 18 meter dalam waktu 10.55 detik. Itu lebih cepat daripada warga New York yang memerlukan waktu 12.00 detik dan 31.60 detik bagi mereka yang tinggal di kota Blantyre, di Malawi, Afrika.

Namun di mana pun kamui tinggal, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecepatan berjalan manusia telah mengalami peningkatan rata-rata 10 persen dalam 20 tahun terakhir. Apabila kecepatan berjalan menjadi indikasi dari laju kehidupan, maka artinya kita pasti lebih sibuk daripada waktu-waktu sebelumnya.

Apakah kamu terjebak dalam hiruk-pikuk kehidupan yang sibuk? Berdiamlah sejenak dan renungkanlah perkataan Yesus kepada Marta: “Engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Luk. 10:41-42).

Perhatikan kata-kata Yesus yang lembut. Dia tidak menegur Marta karena niatnya untuk menjadi tuan rumah yang baik, melainkan hanya mengingatkan Marta pada prioritasnya. Marta telah membiarkan apa yang baik melampaui kadar yang seharusnya. Akibatnya, ia begitu sibuk sampai-sampai tidak punya waktu untuk duduk dekat kaki Yesus.

Dalam keinginan kita untuk berbuat baik bagi Tuhan, marilah kita tetap mengingat hal terpenting yang selayaknya kita perhatikan, yakni menikmati waktu bersama Juruselamat kita. —PFC

‘Ku dibimbing-Nya dengan Firman-Nya,
Dia bisik, “Kau milik-Ku!”
Suka tak terp’ri kami alami,
Di dalam taman itu. —Miles
(Pujian Bagi Sang Raja No. 979)

Kerinduan Yesus untuk bersekutu dengan kita jauh melebihi kerinduan kita bersekutu dengan-Nya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!