Menang Bersama Allah Setiap Hari!

Info

Seri Kesaksian Atlet

Jose_ Luis Vidigal

Sepanjang 18 tahun bermain sebagai pemain profesional, José Luis Vidigal menghabiskan sebagian besar karirnya di Italia dan Portugal. Di sepanjang masa itu ia mewakili negaranya dalam 28 pertandingan, termasuk 7 dalam tim U-21, 6 dalam Olimpiade dimana Portugal meraih posisi keempat, dan 15 dalam tim nasional.

Empat dari pertandingannya di tim nasional dijalani dalam kejuaraan Piala Eropa UEFA, termasuk kekalahan dari Perancis di semifinal. Namun yang paling memberi kenangan manis dan keseruan tersendiri adalah kemenangan 3-2 atas Inggris. Setelah ketinggalan 2-0, Portugal berhasil mencetak tiga gol berturut-turut, lalu menjuarai Grup mereka dengan rekor 3 kali kemenangan. Di babak-babak selanjutnya, Portugal memenangi pertandingan pertamanya, 2-0 melawan Turki, sebelum akhirnya tunduk pada Perancis di semifinal dengan skor 2-1.

“Aku takkan lupa pertandingan itu (melawan Inggris) karena kami berada dalam situasi yang kurang beruntung,” cerita Vidigal. “Namun aku ingat bagaimana Allah meyakinkanku bahwa kami akan menjalani kejuaraan itu dengan baik. Meski kami kalah 2-1 (dari Perancis di semifinal), aku masih percaya bahwa ada kebaikan yang muncul dari kekalahan itu. Aku yakin, Yesus Kristus-lah yang mengubah kekalahan di atas lapangan hijau menjadi hasil yang luar biasa—Yesus telah mengubah hidupku. Awalnya aku berpikir aku bisa melakukan semuanya seorang diri, dalam relasiku dengan keluargaku, dan dalam kehidupan profesional dan pergaulanku. Aku pernah percaya hanya pada kemampuanku sendiri, tetapi semua itu sia-sia.”

Sebagai anak kedua dari 12 bersaudara, termasuk empat saudara yang juga bermain sepakbola, Vidigal memahami apa artinya berjuang untuk mendapatkan perhatian. Betapa melegakan ketika ia menemukan bahwa Allah begitu mengasihinya, memperhatikannya, dan menerimanya, bukan karena kebaikannya, tetapi karena apa yang sudah dilakukan Kristus.

“Ketika aku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatku, semuanya menjadi lebih indah. Aku belajar untuk mengampuni dan menolong sesama. Hidupku berubah,” tutur Vidigal. Ia masih bermain dalam sembilan musim setelah Piala Eropa itu, tetapi sepakbola tidak lagi menjadi nomor satu dalam hidupnya.

“Aku percaya pada Yesus karena aku tahu bahwa hidupku tidak berakhir di dunia ini,” kata Vidigal. “Aku punya tempat yang khusus di sisi Yesus, dan Dia menerimaku. Aku ingin semakin banyak orang yang mempunyai iman dan menyadari bahwa mereka harus menerima Dia, karena jika tidak, mereka akan menghadapi masa-masa yang sulit ketika hidup mereka di dunia berakhir.”

“Motivasiku dalam segalanya datang dari Tuhan, karena aku hidup dan bekerja bagi Dia. Aku mau menjadi teladan dari Allah di atas bumi. Jika aku tidak melakukannya, dan jika aku tidak didorong oleh Allah, pasti sulit untuk memberitakan tentang Dia kepada orang lain.”

“Ayat Alkitab favoritku adalah: ‘Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.’ (Roma 8:37) dan ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal’ (Yohanes 3:16).”

“Ayat pertama itu berkaitan erat dengan profesiku. Aku percaya bahwa aku dapat menikmati kemenangan dalam hidupku sehari-hari. Maksudku bukanlah menang dalam sepakbola atau olahraga lainnya, tetapi di dalam hidup. Ayat Yohanes 3:16 adalah dasar bagi imanku.”

Sumber: Sports Spectrum

 

🙂 Untuk direnungkan

1. Menurutmu mengapa orang harus percaya kepada Yesus?

2. Jika tidak selalu kita bisa menjadi nomor satu, menurutmu apa artinya menang bersama Allah di dalam hidup ini?

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 06 / 07 - Juni-Juli 2014: Taktik Jitu, Renungan Khusus

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!