Ulasan Buku: The Christian Atheist

Info

Oleh: Juni Liem

The-Christian-Atheist

Judul: The Christian Atheist, Percaya kepada Tuhan tetapi Hidup Seakan Dia Tidak Ada.
Penulis : Craig Groeschel
Tebal : 196 halaman
Edisi Indonesia diterbitkan oleh : Benaiah Books

Aku menyebut diriku Kristen, tapi aku hidup seperti seorang Ateis.” Sebuah kalimat yang sangat menarik perhatianku dan membuat aku akhirnya memutuskan untuk membeli buku karya Craig Groeschel ini. Aku sendiri bertobat ketika ketika masih menggunakan seragam putih-biru. Sejak saat itu, aku menyebut diriku seorang Kristen. Aku mulai ke gereja, ikut berbagai aktivitas pelayanan dan pembinaan rohani. Aku mulai berdoa dan membaca Alkitab. Well, tentu saja. Aku menyebut diri sebagai seorang Kristen, bukan? Lanjutan kalimat yang ditulis Groeschel “…tapi, aku hidup seperti seorang Ateis” membuat aku terdiam.

Buku ini bukanlah buku yang membahas tentang paham ateis dari sudut pandang kekristenan. Sang penulis sedang mengajak mereka yang mengaku dirinya Kristen untuk memeriksa kehidupan mereka, kalau-kalau mereka ternyata hidup tak ubahnya seperti seorang ateis. Sebab itulah, buku ini diberi sub judul: “Percaya kepada Tuhan, tetapi Hidup Seakan Dia Tidak Ada.”

Aku sangat suka dengan cara Craig menulis. Selain sederhana (terjemahan Indonesia-nya juga cukup baik lho…), Craig tidak malu-malu menceritakan kehidupannya, pergumulannya, serta kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Kisah-kisah pribadi ini membuat apa yang ia jelaskan menjadi lebih kuat, bukan lagi sebatas teori.

Craig mengawali judul dari setiap bab (totalnya ada 12 bab) yang ada dalam bukunya dengan kalimat “Ketika Kau Percaya Kepada Tuhan Tapi….” Wah, benar-benar membuatku banyak mengintrospeksi diri. Ya, aku percaya kepada Tuhan, tapi apakah kehidupan rohaniku menunjukkan bahwa aku benar-benar percaya Tuhan? Aku percaya Tuhan itu ada, tapi seringkali aku ragu bahwa Dia adalah Tuhan yang adil. Aku percaya Tuhan itu mendengar doa, tapi adakalanya aku tidak percaya dengan kuasa doa. Aku percaya kepada Tuhan, tapi….ahh….masih banyak “tapi-tapi” yang lain.

Pada bagian penutup, Craig menulis: Pandangan Kristen Ateisku yang egois adalah Tuhan ada untukku, bukannya aku ada untuk-Nya. Pernyataan yang membuat segenap diriku serasa “diobok-obok”. Buku ini berhasil “memaksa” aku untuk merenungkan kembali apakah aku sudah hidup sesuai identitasku sebagai seorang Kristen.

Kalau kamu adalah orang yang rindu menjadi seorang Kristen yang otentik, dan siap “diobok-obok” hidupnya demi perubahan ke arah tersebut, pastikan kamu tidak melewatkan bacaan yang satu ini.

Selamat membaca dan selamat merenung 🙂 Mari kita sama-sama berjuang untuk menjadi orang Kristen yang sesungguhnya. Orang Kristen yang kehidupannya terbuka bagi orang-orang di sekelilingnya, sehingga mereka dapat secara nyata melihat Kristus yang bertakhta dalam hidup kita.

 
 
Tentang Penulis
Craig Groeschel adalah seorang pendiri dan gembala senior dari LifeChurch.tv, sebuah gereja dengan konsep yang sangat berbeda dari gereja pada umumnya. Mereka mengadakan lebih dari delapan puluh ibadah setiap minggu di empat belas lokasi, termasuk sebuah kampus online. Craig, istrinya Amy, dan keenam anak mereka tinggal di Edmond, Oklahoma di mana LifeChurch.tv dimulai tahun 1996. Craig adalah penulis dari beberapa buku.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Opini

1 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!