Seputih Salju

Info

Sabtu, 31 Mei 2014

Seputih Salju

Baca: Yesaya 1:1-4,12-18

1:1 Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

1:2 Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.

1:3 Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”

1:4 Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

1:12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?

1:13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

1:14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.

1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,

1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. —Yesaya 1:18

Seputih Salju

Suatu hari ketika saya menjemput anak saya dari sekolah, salju pun mulai turun. Gumpalan-gumpalan seputih kapas itu turun dengan cepat dan terus-menerus. Akhirnya, kami memperlambat laju mobil dan berhenti karena terjebak kemacetan. Dari dalam mobil, kami menyaksikan ada perubahan yang terjadi. Tanah yang cokelat gelap berubah menjadi putih. Salju itu menyamarkan ketegasan garis bentuk bangunan; melapisi mobil-mobil di sekitar kami, dan juga menumpuk pada setiap pohon yang ada.

Salju yang turun itu mengingatkan kami tentang sebuah kebenaran rohani: Sebagaimana salju tadi menutupi segala sesuatu di sekitar kami, demikian juga kasih karunia Allah menutupi segala dosa kita. Namun, kasih karunia-Nya tidak hanya menutupi dosa, melainkan juga menghapus dosa. Melalui Nabi Yesaya, Allah menyerukan kepada bangsa Israel, kata-Nya, “Marilah, baiklah kita berperkara! . . . Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju” (Yes. 1:18). Ketika Allah memberikan janji itu, anak-anak-Nya sedang menghadapi masalah yang menyakitkan dengan dosa. Allah membandingkan keadaan mereka dengan keadaan tubuh yang terjangkiti “bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.”

Seburuk apa pun dosa mereka, Allah bersedia mencurahkan kasih karunia-Nya kepada mereka. Sebagai anak-anak-Nya saat ini, kita pun mendapat kepastian yang sama. Dosa mungkin telah menodai hidup kita, tetapi ketika kita bertobat dan mengakuinya, kita memperoleh “pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia [Allah]” (Ef. 1:7). —JBS

Tuhan, berilah kami keberanian untuk mengakui,
Untuk menyingkap hati yang berdosa ini kepada-Mu;
Sebab Engkau rindu menyatakan kasih ampunan-Mu
Dan membebaskanku dari segala dosaku. —D. DeHaan

Beratnya beban dosa kita hanya dapat diimbangi oleh darah Kristus.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

  • Tuhan melayakan kita dihadirat-NYA,
    bukan karna apa yang boleh kita berikan atau lakukan kepada Tuhan,
    tapi itu semua karena Kasih Karunia Tuhan.
    hidup dengan hidup yang telah Tuhan berikan, meresponi Keselamatan itu.
    Amin

  • Kasih-Nya yang begitu besar membuat Dia rela mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita agar kita kelak dapat bersama-Nya di Kerajaan Sorga selama-lamanya. Gbu us all. Amen

  • Dan karena kita telah diampuni dan akan selalu diampuni ketika kita mengakui dosa di hadapan Allah, kita juga dimampukan untuk mengampuni sesama kita

Bagikan Komentar Kamu!