Salah Mengenali

Senin, 14 April 2014

Salah Mengenali

Baca: Matius 16:13-20

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

16:14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

16:16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

16:17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” —Matius 16:15

Salah Mengenali

Scott, adik bungsu saya, lahir ketika saya sudah akan lulus dari SMA. Selisih umur yang jauh ini menimbulkan kejadian menarik ketika Scott sudah menginjak usia kuliah. Pada perjalanan pertamanya mengunjungi kampus, saya dan Ibu pergi bersamanya. Sesampainya kami di sana, orang-orang menganggap bahwa saya adalah ayah Scott dan Ibu adalah neneknya. Karena terlalu banyak orang yang mengira demikian, kami pun memutuskan untuk berhenti meluruskan anggapan mereka. Tidak peduli apa pun yang kami katakan atau lakukan, hubungan kekeluargaan kami yang sesungguhnya telah dikesampingkan oleh anggapan mereka yang salah mengenali identitas kami.

Yesus bertanya kepada orang Farisi tentang identitas-Nya: “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Mereka menjawab, “Anak Daud” (Mat. 22:42). Identitas Mesias yang sesungguhnya memang penting, dan jawaban mereka benar, hanya saja tidak lengkap. Kitab Suci telah menegaskan bahwa Mesias akan datang dan duduk di atas takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Namun Yesus mengingatkan mereka bahwa walaupun Daud memang adalah leluhur Kristus, Dia juga lebih dari itu—karena Daud menyebut Dia sebagai “Tuan”.

Dihadapkan pada pertanyaan yang serupa, Petrus menjawab dengan benar, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16). Sampai hari ini, pertanyaan tentang identitas Yesus itu jauh lebih penting daripada segala pertanyaan yang lain—begitu pentingnya sehingga kekekalan seseorang dipengaruhi oleh pengenalannya akan sosok Mesias yang sebenarnya. —WEC

Umat-Mu lemah dan dari debu
Tetap memegang janji-Mu teguh.
Kasih setia-Mu berlimpah terus,
Ya Khalik, Pembela dan Kawan kudus! —Grant
(Kidung Jemaat, No. 4)

Tiada kesalahan yang lebih berbahaya daripada salah mengenali Yesus.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. vIna
    vIna says:

    Pengenalan akan YESUS lebih ddalami lg oleh setiap pribadi kita lewat kondisi apapun yng kita alami.
    Selamat memulai aktivitasnya, TUHAN YESUS memberkati:)

  2. galih
    galih says:

    pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Allah Yang Hidup dan Juruselamat kita merupakan perwujudan kepercayaan dan kasih kita kepada-Nya selamanya. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *