Penghubung Kehidupan

Info

Kamis, 27 Maret 2014

Penghubung Kehidupan

Baca: Titus 3:1-11

3:1 Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.

3:2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,

3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

3:9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

3:11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.

Dia telah menyelamatkan kita, . . . karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. —Titus 3:5

Penghubung Kehidupan

Saat Morris Frank (1908-1980) berusia 16 tahun, ia telah kehilangan seluruh penglihatannya. Beberapa tahun kemudian, ia berkunjung ke Swiss dan bertemu dengan Buddy, seekor anjing yang berperan besar untuk mendorong keterlibatan Frank dalam membangun suatu sekolah bagi anjing pemandu yang disebut Seeing Eye.

Dengan Buddy yang berjalan di depan dan memimpin langkahnya, Frank belajar untuk dapat berjalan di tengah trotoar yang padat dan menyeberangi persimpangan jalan yang sibuk. Pada saat Frank menggambarkan kebebasan yang diberikan oleh anjing pemandunya, ia berkata, “Sungguh luar biasa: cukup [Buddy] dan seutas tali pengikat yang menghubungkanku dengan kehidupan.” Buddy memberikan suatu akses baru bagi Morris Frank untuk menjelajahi dunia di sekelilingnya.

Roh Kudus dari Allah memberi kita akses untuk menikmati suatu kehidupan rohani yang berkelimpahan dalam Kristus. Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan, Allah menghapus seluruh dosa kita dan memperbarui kita “oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita” (Tit. 3:5-6). Setelah kita mengenal Kristus, Roh Kudus membantu kita untuk mengalami kasih Allah (Rm. 5:5), memahami firman Allah (Yoh. 14:26), berdoa (Rm. 8:26), dan berlimpah-limpah dalam pengharapan (Rm. 15:13).

Hari ini, ketika kamu merenungkan tentang hubunganmu dengan Allah, ingatlah bahwa Roh Kudus menjadi pemandumu menuju hidup dalam Kristus (Rm. 8:14). —JBS

Roh Kudus, sinarilah
Hati gundah dan lelah.
Ganti kuasa yang gelap
Dengan t’rang-Mu yang tetap. —Reed
(Kidung Jemaat, No. 236)

Roh Kudus memandu kita menuju pemahaman dan pertumbuhan rohani.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

Ayo berikan komentar yang pertama!

Bagikan Komentar Kamu!