Menikmati Air Minum Kemasan

Info

Senin, 31 Maret 2014

Menikmati Air Minum Kemasan

Baca: Roma 5:12-21

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.

5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.

5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. —Roma 5:18

Menikmati Air Minum Kemasan

Di Amerika Serikat, sudah bertahun-tahun kami menikmati air minum kemasan secara berlebihan. Meski kebanyakan orang memiliki persediaan air yang layak minum dan tersedia cuma-cuma dari keran dan pancuran minum, mereka masih saja membeli air minum kemasan. Bagi saya, memilih untuk membeli sesuatu yang sebenarnya bisa diperoleh secara cuma-cuma tidaklah masuk akal. Namun sebagian orang meyakini bahwa suatu produk yang mereka beli pastilah lebih unggul daripada apa pun yang bisa mereka terima secara cuma-cuma.

Terkadang pandangan itu mempengaruhi juga kehidupan rohani kita. Ada sejumlah orang yang sulit untuk menerima kenyataan bahwa keselamatan itu suatu pemberian atau anugerah. Mereka merasa perlu melakukan sesuatu agar pantas memperolehnya. Masalahnya, tidak seorang pun sanggup melakukannya. Harga untuk keselamatan itu adalah kesempurnaan (Mat. 19:21), dan Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang sanggup membayar harga itu (Rm. 5:18). Kepada siapa pun yang haus, Dia berjanji untuk memberi “minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan” (Why. 21:6).

Sebagian orang berusaha membeli air hidup keselamatan dengan jalan berbuat baik dan memberikan amal. Meski perbuatan-perbuatan tersebut merupakan bentuk pelayanan rohani yang dihargai Allah, itu semua bukanlah syarat yang dituntut Allah untuk pengampunan atas dosa kita. Yesus telah membayar harganya dengan jalan mati menggantikan kita, dan Dia menawarkan untuk memuaskan dahaga jiwa kita tatkala kita minum sepuas-puasnya dari mata air Allah yang tidak akan pernah kering. —JAL

Yesus adalah Air Hidup—
Satu regukan akan memulihkanmu;
Minum dari mata air itu setiap hari
Jiwamu akan disegarkan oleh-Nya. —D. DeHaan

Yesus adalah satu-satunya mata air yang bisa memuaskan dahaga jiwa.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

2 Komentar Kamu

  • Renega Simorangkir

    Terimakasih Yesus sudah mati untuk ku,
    Juruselamat dan Penebus umat manusia.
    Bukan karena perbuatan baik ku, tetapi hadiah cuma-cuma.
    kita akan beroleh hidup kekal, Percaya dan taat kepadaNya !

  • Allah telah menganugerahkan keselamatan itu secara cuma-cuma.
    Namun yang menjadi pertanyaan tantangannya adalah, ‘mau kita apakan keselamatan itu?’
    tidak diterima, terima lalu biarkan, atau terima lalu hidupi.
    Keselamatan itu diterima untuk dihidupi. Bukan disia-siakan atau dibiarkan begitu saja.
    Selamat menghidupi keselamatan.

Bagikan Komentar Kamu!