Jangan Lagi Berprasangka

Selasa, 4 Maret 2014

Jangan Lagi Berprasangka

Baca: Yakobus 2:1-10

2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,

2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”,

2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?

2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?

2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.

2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Saudara-saudaraku! Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Yang Mahamulia, janganlah kalian membeda-bedakan orang berdasarkan hal-hal lahir. —Yakobus 2:1 BIS

Jangan Lagi Berprasangka

Sebuah survei oleh Newsweek pada tahun 2010 menunjukkan statistik yang mengejutkan: 57 persen dari para manajer yang menerima surat lamaran kerja meyakini bahwa pelamar kerja yang berpenampilan kurang menarik (sekalipun memenuhi persyaratan) akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan; 84 persen berkata bahwa atasan mereka enggan merekrut seseorang yang lebih tua meski ia memenuhi persyaratan; 64 persen meyakini bahwa perusahaan seharusnya boleh merekrut orang berdasarkan penampilannya. Semua itu merupakan contoh nyata dari sikap prasangka yang tidak dapat diterima.

Prasangka bukanlah hal yang baru. Sikap itu telah menjalar di tengah gereja mula-mula, dan Yakobus menentangnya secara terang-terangan. Dengan keteguhan bak seorang nabi dan hati seorang gembala ia menulis, “Saudara-saudaraku! Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Yang Mahamulia, janganlah kalian membeda-bedakan orang berdasarkan hal-hal lahir” (Yak. 2:1 BIS). Yakobus menyebut sikap lebih menghormati yang kaya dan tidak mengindahkan yang miskin (ay.2-4) sebagai contoh dari sikap membeda-bedakan orang yang ia maksud. Hal itu tidak sejalan dengan iman kepada Yesus yang tidak membeda-bedakan orang (ay.1), menghina anugerah Allah (ay.5-7), melanggar hukum kasih (ay.8), dan merupakan perbuatan dosa (ay.9). Untuk melawan sikap membeda-bedakan orang, kita patut mengikuti teladan Yesus: mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Kita berperang melawan sikap prasangka yang berdosa saat kita menerapkan kasih Allah secara nyata lewat sikap kita dalam mengasihi dan memperlakukan sesama. —MLW

UNTUK DIRENUNGKAN
Faktor apakah yang mendorongmu untuk memperlakukan orang
lain secara layak? Apakah itu didasarkan pada hal-hal lahiriah? Apa
saja caramu dalam mengasihi sesama seperti yang Yesus lakukan?

Memandang kepada Yesus menghindarkan kita dari memandang rendah sesama.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. Echan Nababan
    Echan Nababan says:

    Ajaran yang selalu harus dilakukan dalam hidup ini,,,

    2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.

    senantiasa selalu jadi berkat dan sukacita dalam menolong sesama.

    Jesus loves ^_^

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *