Siarkan Di Atas Bukit

Jumat, 21 Februari 2014

Siarkan Di Atas Bukit

Baca: Markus 3:1-15

3:1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

3:2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

3:3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.

3:5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

3:6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

3:7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,

3:8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

3:9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.

3:10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.

3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. —Markus 3:13

Siarkan Di Atas Bukit

Saya terkesima membaca sebuah artikel di surat kabar nasional yang memuji sekelompok pemain snowboard (papan luncur salju) berusia remaja yang mengadakan kebaktian mingguan di suatu lereng ski di Colorado. Artikel oleh Kimberly Nicoletti dalam Summit Daily News itu menarik perhatian khalayak luas dengan kisah tentang para remaja yang suka bermain snowboard sambil bersaksi tentang Yesus yang telah mengubah kehidupan mereka. Para remaja itu didukung oleh suatu lembaga pelayanan pemuda yang memberikan pembekalan bagi usaha mereka menunjukkan kasih Allah.

Memang lebih mudah untuk melakukan segalanya sendiri daripada melatih orang lain untuk melakukannya. Namun Yesus mau mencurahkan hidup-Nya untuk dua belas orang murid yang akan dipakai-Nya untuk berkarya menjangkau dunia. Di tengah desakan dari orang-orang yang memohon untuk disembuhkan, Yesus naik ke atas sebuah bukit dan di sana “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus- Nya memberitakan Injil” (Mrk. 3:14).

Salah seorang pemain snowboard di Colorado menceritakan tentang pelatihan pemuridan yang dijalaninya: “Selama ini aku tak pernah bisa bergaul baik dengan keluarga atau teman-teman; aku selalu menjaga jarak dengan mereka. [Program ini] menunjukkan kasih Allah kepadaku dan membuka mataku untuk mau menjangkau jiwa-jiwa.”

Dengan mengalami kasih Yesus dan berada dalam persekutuan dengan-Nya dan para pengikut-Nya, kita akan menerima keberanian untuk bertindak dan berkata-kata dengan cara-cara yang memuliakan Tuhan kita. —DCM

Mari kita melangkah, sesuai panggilan Allah,
Ditebus oleh darah Yesus yang mahal;
Tunjukkan kasih-Nya, teladani hidup-Nya,
Kabarkan berita-Nya, bagikan rahmat-Nya. —Whittle

Bersaksi bukanlah pekerjaan yang harus dilakukan, melainkan sebuah kehidupan yang harus dijalani.

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. Septian Siagian
    Septian Siagian says:

    Sebuah kehidupan yang harus dijalani ialah bersaksi. Bersaksi tentang anugerah dan kemurahan Bapa pada kita dari ke hari. Berbagi itu seperti sebuah virus yang kabarnya dapat menyebar dengan cepat. Tua-Muda diserang, Laki-Perempuan mendapatkan.

    Ketika kita bersaksi tentang sukacita, maka virus sukacitalah yang diam dalam diri setiap orang dan nama-Nya semakin dimuliakan.

    Pujilah Tuhan,
    Tuhan Yesus Memberkati.
    Amin

    Shalom

  2. e.m
    e.m says:

    Bersaksi bukanlah tugas pendeta atau guru sekolah minggu.
    Bersaksi adalah tugas kita semua sebagai ciptaan Tuhan.
    Jadilah berkat dimanapun engkau ada.
    di keluargamu.
    di pergaulanmu.
    di tempatmu bekerja.
    dimanapun engkau ada, jadilah berkat.

    We are God’s Representative 🙂

    Blessed,
    e.m

  3. claudia
    claudia says:

    Bagian tersulit saat menjalani hidup kita sebagai suatu kesaksian adalah meneladani Kristus. Tapi, jika kita setia dan percaya bahwa kita bisa, maka hidup kita bagaikan alkitab terbuka dan tidak akan pernah sia-sia.Tetaplah setia dan percaya bahwa kita bisa menjalani hidup sebagai kesaksian, amin??? Amin!!! 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *