Hari Yang Biasa-Biasa Saja

Sabtu, 25 Januari 2014

Hari Yang Biasa-Biasa Saja

Baca: Matius 24:36-44

24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

24:37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. —Matius 24:42

Hari Yang Biasa-Biasa Saja

Ketika menyusuri suatu pameran bertajuk “A Day in Pompeii” (Suatu Hari di Pompeii) di suatu museum, saya pun tersentak oleh satu benang merah yang berulang kali menunjukkan bahwa tanggal 24 Agustus tahun 79 M diawali sebagai suatu hari yang biasa-biasa saja. Orang sedang melakukan kegiatan mereka sehari-hari di rumah, pasar, dan pelabuhan yang terdapat di kota Romawi yang makmur itu dan berpenduduk sekitar 20.000 orang. Pada pukul 8 pagi, serangkaian emisi kecil (pancaran gas panas) terlihat datang dari Gunung Vesuvius yang dekat dengan kota itu, kemudian dilanjutkan dengan letusan hebat pada sore harinya. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Pompeii dan sebagian besar penduduknya telah terkubur di bawah lapisan debu vulkanik yang tebal. Sungguh tidak terduga.

Yesus mengatakan kepada para pengikutnya bahwa Dia akan datang kembali pada suatu hari, ketika orang sedang melakukan pekerjaan mereka, makan-minum bersama, menyelenggarakan pesta pernikahan, dan mereka tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Mat. 24:37).

Maksud Tuhan adalah mendesak murid-murid-Nya agar siap sedia dan berjaga-jaga: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (ay.44).

Sungguh merupakan suatu sukacita yang indah untuk menyambut Juruselamat kita di hari yang biasa-biasa saja seperti hari ini! —DCM

Akankah Dia melihat kita setia dan sungguh,
Jika Dia datang hari ini?
Akankah kita menanti dengan sukacita, bukan gentar,
Jika Dia datang hari ini?
Berjaga-jagalah, waktunya telah dekat,
Mungkinkah Dia datang hari ini? —Morris

Mungkin hari ini!

Facebooktwitterreddit

3 replies
  1. gits
    gits says:

    Hari-hari yang biasa.
    Saya sedang mengalami hal ini.
    Seperti tidak ada gairah untuk melakukan lebih, dan tidak berusaha untuk mencapai sesuatu.
    Hari-hari yang biasa, dan cenderung amat datar.
    Saya ingin hari-hari ke depan bisa menjadi hari yang luar biasa dengan Tuhan.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *