Garis Beban

Kamis, 23 Januari 2014

Garis Beban

Baca: 1 Petrus 5:5-9

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada- Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. —1 Petrus 5:6-7

Garis Beban

Pada abad ke-19, kapal-kapal laut sering dimuati beban yang terlalu berat dengan sembrono, sehingga kapal-kapal tersebut tenggelam dan awak kapalnya hilang di laut. Pada tahun 1875, untuk memperbaiki kondisi yang buruk ini, seorang politisi Inggris bernama Samuel Plimsoll mendesak disahkannya undang-undang untuk membuat sebuah garis pada dinding kapal sebagai penanda apakah kapal tersebut telah membawa muatan yang terlalu banyak. “Garis beban” tersebut dinamakan Garis Plimsoll, dan cara itu masih digunakan untuk menandai lambung kapal sampai saat ini.

Sering kali, sama dengan kapal-kapal tersebut, hidup kita terasa begitu dibebani oleh ketakutan, pergumulan, dan perasaan sakit hati. Kita bahkan dapat merasa terancam akan jatuh tenggelam. Meskipun demikian, di tengah masa-masa sulit tersebut, alangkah melegakannya ketika kita mengingat bahwa kita memiliki sumber pertolongan yang luar biasa. Kita mempunyai Bapa surgawi yang siap menolong kita untuk menanggung beban itu. Rasul Petrus berkata, “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Ptr. 5:6-7). Dia sanggup menangani segala masalah yang membebani hidup kita.

Meskipun beragam pencobaan hidup bisa terasa bagaikan beban yang terlalu berat untuk ditanggung, kita dapat memiliki keyakinan penuh bahwa Bapa kita di surga sangat mengasihi kita dan Dia tahu batas kemampuan kita. Apa pun yang kita hadapi, Dia akan menolong kita menanggungnya. —WEC

Bapa Surgawi, terkadang aku merasa tak mampu melangkah lagi.
Aku lelah, lemah, dan tak berdaya. Terima kasih Tuhan karena
Engkau tahu batas kemampuanku. Dengan kekuatan-Mu,
aku bisa menerima kesanggupan untuk menanggungnya.

Allah memperkenankan kita mengalami masalah berat untuk memperkuat keyakinan kita kepada-Nya.

Bagikan Konten Ini
6 replies
  1. Septian Siagian
    Septian Siagian says:

    Iman yang menyelamatkan. Kita mengakui kesalahan yang kita perbuat, maka IA akan setia dan adil memaafkan kita. Disaat itulah beban kita diangkat dan menggantikannya dengan Sukacita dan rancangan-NYA penuh Damai.

    Amin

  2. sardo jefri
    sardo jefri says:

    seberat apapun itu, maka hanya Tuhan Yesus yang akan memenangkan kita. jangan berhenti berharapa dan berpegang teguh pada Nya.

  3. anna rejeki simbolon
    anna rejeki simbolon says:

    Renungan yg dahsyat disiang hari ini. Peringatan untuk selalu bersandar penuh pada Nya,, tanpa mengkhawatirkan apapun juga. Terima kasih untuk Tuhan Yesus yang Hebat..

  4. Priskila Dewi S.
    Priskila Dewi S. says:

    Iya smua itu berguna utk membentuk kita makin kuat dlm Dia..meski kita menjauh dr Nya krn lelah dan hampir putus asa,tp Tuhan slalu setia menguatkan dan menolong,mengasihi dan menyertai slamanya..jatuh bangun bersama Bapa..
    😀

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *