Perbaiki Nafsu Anda

Kamis, 5 Desember 2013

Perbaiki Nafsu Anda

Baca: Filipi 4:4-13

Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. —Filipi 4:11

Semasa istri saya masih muda dan tinggal di Austin, Texas, keluarganya bertetangga dan bersahabat dengan Carlyle Marney, gembala dari gereja yang mereka hadiri. Salah satu ujaran Dr. Marney tentang kecukupan diri telah menjadi semacam semboyan bagi keluarga istri saya. Beliau berkata, “Kita hanya perlu memperbaiki nafsu kita.”

Alangkah mudahnya bagi kita untuk mengingini sesuatu lebih dari yang sebenarnya kita butuhkan dan lebih memusatkan perhatian kita untuk meraih sesuatu daripada memberi kepada sesama. Jika terus demikian, tidak heran apabila nafsu kitalah yang akhirnya menentukan keputusan-keputusan yang kita ambil.

Ketika Rasul Paulus menulis suratnya kepada para pengikut Yesus di kota Filipi, ia berkata, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan . . . baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam kelimpahan maupun dalam hal kekurangan” (Flp. 4:11-12). Dengan kata lain, Paulus hendak mengatakan, “Aku sudah memperbaiki nafsu saya.” Perhatikan bahwa rasa cukup itu tidak begitu saja hadir dalam diri Paulus. Ia “belajar mencukupkan diri” melalui berbagai kesulitan yang dialami dalam kehidupannya sehari-hari.

Dalam masa-masa menjelang Natal ini, ketika kegiatan berbelanja hadiah menjadi pusat perhatian banyak orang di mana-mana, mengapa tidak kita menetapkan hati untuk memusatkan perhatian kita pada belajar mencukupkan diri dalam keadaan yang kita alami sekarang? Kedengarannya mungkin sulit, tetapi ketika berbicara tentang belajar mencukupkan diri, Paulus berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ay.13). —DCM

Tolonglah kami, Tuhan, untuk belajar merasa cukup saat hidup terasa
sulit dijalani. Jagalah kami agar tak mempercayai dusta yang
mengatakan bahwa harta yang banyak akan membuat kami semakin
bahagia. Kiranya kami mencukupkan diri dengan pemberian-Mu.

Rasa cukup diawali dengan lebih sedikit mengingini.

Bagikan Konten Ini
8 replies
  1. sardo jefri
    sardo jefri says:

    marilah kita memohon, agar kiranya kuasa Roh Kudus Allah yang menguasai hidup kita, bukanlah hawa nafsu si jahat.

  2. edison siahaan
    edison siahaan says:

    belajar untuk hidup sesuai dgn kebutuhan bukan keinginan.
    belajar untuk membagi apa yg dapat kita bagi dari hidup kita, bukan harus uang tp hal terkecilpun agar hidup kita membangun sesama. kiranya Tuhan mampukan

  3. edison siahaan
    edison siahaan says:

    belajar untuk hidup bukan berdasarkan keinginan tetapi kebutuhan.
    belajar untuk memberi bukan hanya uang tapi hal terkecilpun dari hidup kita akan menjadi berkat bagi sesama.Tuhan mampukan

  4. Vania Christy
    Vania Christy says:

    Aku berarti hrs semakin belajar mencukupkan diri dengan apa yang aku punya sekarang. Makasih ya warungsatekamu
    Aku sangat diberkati..

  5. adechan27
    adechan27 says:

    diberkati sekali denga firman Tuhan hari ini. dimana belakangan ini saya memang sangat nernafsu membeki handphone baru. namun kenyataannya setelah embeki eh ad yg lebih bagus. pdahal budget uang nya lebih dari yg tersedia. cma jdi nafsu pngn ganti lagi krena melihat barang tersebut lebih bagus. bersyukur hari ini diingatkan untuk selalu berayukur dan mencukupkan diri 🙂

  6. Dina
    Dina says:

    Saya belajar untuk melakukan ini. Sudah dua tahun ini, daripada menghabiskan gaji dan THR untuk berbelanja baju. SAya memilih memikirkan beberapa orang yang perlu saya kunjungi dan saya bantu. Saya tahu, ada beberapa orang yang tidak seberuntung saya di Natal ini, dan saya ingin belajar untuk memberi bagi mereka. kasih dan perhatian adalah tanda kehadiran Tuhan dalam hidup manusia. Semestinya, saya juga bisa mengingat mereka yang kesusahan dalam Natal dan berpikir bahwa Yesus pun bersedia hadir dan memberi diri bagi mereka yang susah dan menderita. Jadi, kapan beli baju baru? Ah..itu mah selalu dicukupkan Tuhan 🙂

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *